Proyek Pembangunan Pagar SD 09 Koto Balingka Diduga Memakai Material Ilegal, Dan Pasir Pantai

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 00:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat, CNN Indonesia.Id
Berdasarkan pengaduan dari masyarakat setempat, pada Kamis (23/10/2025) kepada awak media ini, yang enggan disebutkan namanya menilai proyek pembangunan pagar SD 09 Koto Balingka tidak sesuai dengan spek dan menggunakan material yang bukan semestinya.

Sebagai pilar sosial, kami wartawan melaksanakan investigasi langsung menuju TKP yang disebutkan, bersama Abdul Basit yang juga merupakan aktivis pemerhati kebijakan publik.

Setelah melihat mulai dari bentuk, bahan yang digunakan, dan plang proyek yang diduga dihilangkan, Abdul Basit angkat bicara.

“Pendidikan sebagai sebuah hak dasar anak Indonesia, mestinya direalisasikan dengan baik, mulai dari polarisasi sampai dengan pengadaan fasilitas.” Ungkap Bung Basit.

Basit selaku aktivis tidak hanya sekedar melihat, namun ia juga sempat mencolek pagar tersebut dan penuh kekecewaan setelah melihat pagar itu langsung terkelupas dengan sangat mudah.

Baca Juga:  Silaturahmi Strategis Menteri ATR/Kepala BPN dengan Ketua Umum Muhammadiyah, Bahas Legalisasi Aset dan Pemanfaatannya

“Saya minta, dana yang dikucurkan tidak sia-sia begitu saja. Apalagi ini berbicara pendidikan, saya mengecam tindakan dinas terkait yang seolah mati fungsi dibidang pengawasan.” Sambung Basit.

Basit juga menegaskan untuk hal ini, ia akan menempuh jalur hukum apabila telah ditemukan bukti yang se-konkrit mungkin.

“Dalam hal ini, saya tidak akan mengadakan aksi di Dinas Pendidikan. Untuk ini, saya akan melaporkan Dinas Pendidikan dan juga pemborong kepada Kejari, dan apabila tidak ada respon akan bertingkat, dan jika tidak juga, bulan depan saat saya ke Jakarta akan membawa bukti-bukti berupa dugaan korupsi dan tindakan kejaksaan yang acuh dengan laporan ini kepada Kejagung.”

(M.SN)

Berita Terkait

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK
Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil
Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan
Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Selasa, 14 April 2026 - 07:29

Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan

Senin, 13 April 2026 - 08:34

Idul Fitri1447 H Momentum Memperkuat Iman

Senin, 13 April 2026 - 07:22

Kami Sudah Minta Tolong”: Anak Meninggal, Keluarga Soroti Penanganan di Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar

Berita Terbaru