Indikasi Pencitraan Mengarah ke Dinasti Politik, Publik Serukan Mosi Tidak Percaya

Minggu, 30 November 2025 - 06:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madina, CNN Indonesia.Id — Kekhawatiran publik mengenai munculnya indikasi pembangunan dinasti politik di tingkat daerah semakin menguat. Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas pencitraan yang dianggap berlebihan dan tidak proporsional disorot berbagai kalangan karena dinilai bukan lagi strategi komunikasi biasa, melainkan upaya terstruktur untuk mengamankan pewarisan kekuasaan.

Sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan aktivis mengungkapkan bahwa pola pencitraan tersebut tampak dari semakin intensnya kegiatan yang menampilkan figur-figur tertentu yang memiliki kedekatan politik dengan petahana. Mulai dari tampil dalam acara-acara seremonial pemerintahan, penonjolan berlebih di ruang publik, hingga distribusi kegiatan yang mengarah pada pengondisian dukungan elektoral dini.

“Ini bukan sekadar pencitraan biasa. Polanya konsisten, masif, dan terkoordinasi. Sangat jelas ada upaya membangun persepsi publik bahwa ada figur tertentu yang sedang dipersiapkan. Ini tanda-tanda awal dari dinasti politik,” ujar seorang pengamat politik lokal yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, gejala seperti ini pernah terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia, dan dalam banyak kasus berujung pada dominasi kekuasaan keluarga yang melemahkan fungsi demokrasi. “Ketika kekuasaan diwariskan, bukan dipilih secara adil, maka kita harus waspada. Dinasti politik selalu menutup ruang regenerasi dan mempersempit demokrasi,” tambahnya.

Menyikapi situasi tersebut, sejumlah elemen masyarakat mulai menyuarakan mosi tidak percaya terhadap pola kepemimpinan yang dinilai mengabaikan etika dan semangat reformasi. Mereka menilai masyarakat harus menjadi benteng terakhir agar praktik penyalahgunaan kekuasaan tidak dibiarkan tumbuh di daerah.

“Kami melihat tanda-tanda sangat jelas. Ketika kegiatan pemerintahan digunakan sebagai panggung pencitraan untuk orang-orang tertentu, itu sudah masuk kategori pelanggaran moral politik. Rakyat harus berani bersuara dan menyatakan mosi tidak percaya,” kata seorang tokoh pemuda dari wilayah pesisir.

Baca Juga:  Romrome : Tanimbar akan Terpuruk Jika Tipe Pemimpin Hanya Andalkan Materi Untuk Menang

Kelompok masyarakat sipil juga mendesak lembaga pengawas, seperti Bawaslu dan aparat penegak hukum, untuk melakukan pemantauan lebih ketat terhadap seluruh aktivitas yang berpotensi menjadi pelanggaran etika penyelenggaraan pemerintahan. Mereka menilai penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik pribadi atau keluarga merupakan tindakan yang tidak boleh ditoleransi.

“Bawaslu harus turun sejak dini. Jangan menunggu masa kampanye. Jika indikasi penyalahgunaan kewenangan terjadi sekarang, itu harus dihentikan sekarang,” tegas aktivis antikorupsi salah satu lembaga pemantau pemerintah daerah.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui di beberapa kecamatan juga menyampaikan keresahan yang sama. Mereka menilai roda pemerintahan tidak boleh diarahkan untuk memuluskan ambisi politik kelompok tertentu. Transparansi, akuntabilitas, dan pemerataan pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Kami ini pemilih yang punya akal. Jangan anggap masyarakat bisa dibentuk dengan pencitraan murah. Kalau tujuannya membangun dinasti politik, kami akan menolaknya,” ujar seorang warga di Kecamatan Lingga Bayu.

Desakan publik agar pemerintah daerah memberikan klarifikasi juga terus menguat. Masyarakat ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan resmi tetap berjalan sesuai koridor hukum, dan tidak menjadi alat untuk menguntungkan figur tertentu menjelang kontestasi politik mendatang.

Dengan meningkatnya tekanan publik serta seruan suara kritis dari berbagai lapisan masyarakat, fenomena ini diprediksi akan menjadi isu politik sentral dalam beberapa bulan ke depan. Para pengamat menilai sikap masyarakat yang berani mengajukan mosi tidak percaya merupakan langkah awal untuk mengembalikan demokrasi daerah ke jalur yang sehat dan berintegritas.

(M.SN)

Berita Terkait

Bakti Sosial TMMD ke-129, Persit KCK dan RST Bukittinggi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Tim Wasev TNI AD Tinjau TMMD ke-129 Kodim 0304/Agam
Serah Terima Lapangan Jembatan Siniair Balai Satu Malalak Selatan, Pembangunan Penghubung Dua Nagari Segera Dimulai
Mubes ke-6 HASEMPE Tetapkan Ir. Refnil Dodi, MBA sebagai Ketua Umum Alumni SMPN 1 Tilatang Kamang Periode 2026–2029
Komitmen “Ganti Untung” Menteri ESDM di Blok Masela Dipertanyakan
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi Turut Amankan Jalur Car Free Day HUT Kodam
Satgas TMMD ke-129 Terus Kebut Pengecoran di Simauang Hilia
Satgas TMMD ke-129 Percepat Penyelesaian RTLH Nan Tujuah

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:30

Bakti Sosial TMMD ke-129, Persit KCK dan RST Bukittinggi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:27

Tim Wasev TNI AD Tinjau TMMD ke-129 Kodim 0304/Agam

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:22

Serah Terima Lapangan Jembatan Siniair Balai Satu Malalak Selatan, Pembangunan Penghubung Dua Nagari Segera Dimulai

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:47

Mubes ke-6 HASEMPE Tetapkan Ir. Refnil Dodi, MBA sebagai Ketua Umum Alumni SMPN 1 Tilatang Kamang Periode 2026–2029

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:09

Komitmen “Ganti Untung” Menteri ESDM di Blok Masela Dipertanyakan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:49

Satgas TMMD ke-129 Terus Kebut Pengecoran di Simauang Hilia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:43

Satgas TMMD ke-129 Percepat Penyelesaian RTLH Nan Tujuah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:35

Pengerasan Jalan Kelok Kandih Patamuan Dikebut Tahun Ini

Berita Terbaru

Nasional

Tim Wasev TNI AD Tinjau TMMD ke-129 Kodim 0304/Agam

Senin, 10 Agu 2026 - 06:27