Romrome : Tanimbar akan Terpuruk Jika Tipe Pemimpin Hanya Andalkan Materi Untuk Menang

- Redaksi

Rabu, 30 Oktober 2024 - 13:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saumlaki (Maluku), CNN Indonesia.id –
Marsel Romrome, S.Fil., politisi muda Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang peduli masa depan Tanimbar mengungkap kecemasannya jika masyarakat daerah ini keliru memilih pemimpin baru pada 27 November 2024 mendatang.

Kepada media ini di Saumlaki, Rabu, (30/10/2024), dengan tegas menyampaikan keprihatinan yang dalam atas terjadinya praktek politik uang yang dimainkan oleh salah satu paslon yang terkesan merusak demokrasi bahkan sangat yakin bahwa daerah ini akan semakin terpuruk di tangan pemimpin baru yang terlahir dari pemahaman sempit dan dangkal tentang politik berdasarkan aspek materi (uang) dan kekuasaan semata.

“Kalau kita memilih pemimpin baru (Bupati dan Wakil Bupati) karena sanggup berikan harta dan uang yang banyak sebagai hiburan sesaat, sesungguhnya tipe pemimpin seperti itulah yang akan menjadikan daerah ini semakin terpuruk,” ungkapnya cemas.

Dirinya melanjutkan, ketika pilihan dan suara politik kita terarah kepada tipe pemimpin yang hanya mengutamakan kekuasaan dan politik uang (money politics), sesungguhnya masyarakat Tanimbar sendirilah yang – entah sadar atau tidak, turut merancang keterpurukan dan “sakitnya” daerah ini dalam banyak dimensi.

Ditanya soal pasangan calon (Paslon) manakah yang dicemaskan akan mengandalkan aspek kekuasaan dan politik uang sebagai senjata untuk memenangkan pilkada pada 27 November 2024 nanti, Romrome dengan nada datar berujar singkat bahwa masyarakat adalah akar rumput yang lemah dari aspek ekonomi dan hal ini sudah pasti punya jawabannya.

Baca Juga:  Petani dan Nelayan di Kabupaten Batang Peroleh Sertipikat Elektronik: Terima Kasih Sudah Memberi Kemudahan

Atas dasar kecemasannya, Romrome yang juga adalah Pemuda Mandriak yang merupakan persekutuan adat tiga desa yakni Sifnane Omele, Olilit Raya, dan Lauran Kote ini menitipkan harapan terdalamnya kepada seluruh masyarakat di Kabupaten berjuluk Bumi Duan Lolat ini untuk hati-hati memilih pemimpin masa depan Tanimbar.

Ditambahkan, masalah krusial yang terjadi di Bumi Duan Lolat saat ini bukan karena soal miskin extrim, korupsi, atau amburadulnya manajemen birokrasi, dan lainnya lainnya namun hal utama di balik sekian banyak persoalan yang membebani negeri ini adalah masalah kepemimpinan, terangnya

“Apa gunanya kita meluapkan kekecewaan di ruang-ruang publik, setelah harapan yang kita titipkan dan percayakan kepada para dewan daerah terpilih dan atau pasangan pimpinan daerah sebelumnya seakan dikhianati dengan kondisi daerah yang dibiarkan terpuruk hingga hari ini? Lalu, akankah kita mengulangi litani penyesalan yang sama lagi? Jawabannya hanya ada dalam hati kita!” ujar Romrome.

Mengakhiri komentarnya, kader muda partai Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng Manado – Sulawesi Utara tahun 2011 ini berharap semoga masyarakat tidak terjebak dalam politik pragmatis.

” Artinya, politik pragmatis mengesampingkan nilai-nilai luhur dan kebenaran. Politik pragmatis mengorbankan kerinduan terdalam Generasi Baru Tanimbar, bahkan ada uang ada suara adalah bagian dari politik pragmatis”, tutupnya.
(herry)

Berita Terkait

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Berita Terbaru