Opinion : Politik Riang Gembira

- Redaksi

Jumat, 27 September 2024 - 06:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madina (Sumut) CNN Indonesia.Id –

By. M.Amin Nasution
Dalam rangka pelaksanaan pilkada 2024 di Madina ikon itu menggema dan terasa membawa suatu kedamaian, jauh dari kesan tegang, resah dan rusuh.

Riang gembira itu masih mengandung multi tafsir, bisa jadi timbul tafsir bahwa dalam waktu dekat akan ada pemimpin yg baru, atau timbulnya rasa riang gembira karena punya kesempatan ikut berpartisipasi aktif dlm pelaksanaannya ataupun dengan adanya pilkada maka peredaran uang semakin signifikan sehingga bisa berharap akan kebagian.

Tafsir seperti itu sah sah saja tergantung dari penikmat pilkada itu sendiri.

Tapi secara hakekat mestinya RIANG GEMBIRA itu tidak lari dari hakekat pilkada dimana ada harapan perbaikan sosial ekonomi budaya dan rohani ke depan.

Aktualisasi riang gembira itu sendiri bisa dirasakan apabila tidak dilandasi dengan pragmatisme seperti kenikmatan – kenikmatan sesaat, tapi riang gembira itu mesti terukir dalam ruang yang terukur dan terencana secara sistematis baik dari sisi waktu, tempat maupun keadaan, misal nya para paslon harus digiring untuk bisa mempresentasikan kebijakannya secara terukur, contoh misalnya di Banjar Melayu melayu jalan akan diaspal pada tahun pertama saya menjabat, dan apabila tidak terealisasi silahkan datang ke kantor Bupati untuk menuntut saya mundur, demikian juga dengan daerah-daerah lain yang mesti sudah teridentifikasi oleh para paslon, sehingga metode terukur secara waktu dan ruang betul betul terealisasi, tidak hanya sebatas janji – janji kosong yang tidak jauh dari kata jika, maka, akan dan seterusnya.

Baca Juga:  Hadiri Halalbihalal NU Se-Jawa Tengah, Menteri Nusron: Tekankan Prinsip Keadilan, Pemerataan, dan Kesinambungan Ekonomi dalam Penataan Pertanahan

Apabila keterukuran ini bisa disajikan oleh para paslon maka hakekat POLITIK RIANG GEMBIRA itu bisa ternikmati karena tidak sekedar jargon – jargon kosong bagai bualan di warung kopi/lopo.

(M.SN)

Berita Terkait

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!
Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan
Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot
Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia
Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi
Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung
30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:23

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:30

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23

Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:43

Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:03

Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi

Kamis, 30 April 2026 - 14:10

Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung

Kamis, 30 April 2026 - 13:06

30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun

Kamis, 30 April 2026 - 09:58

PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum

Berita Terbaru