Pekerjaan Jalan Nasional Di Wilayah Dompu- Bima Dinilai Asal Jadi

- Redaksi

Senin, 30 September 2024 - 01:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dompu, NTB, CNN Indonesia.id  – Kondisi jalan Nasional yang di kerjakan oleh PT Lancar Sejati mulai dari cabang Kodim sampai perbatasan Dompu- Bima kondisinya berlubang dan rusak berat, terutama jalan yang ada di wilayah Desa O,O Kecamatan Dompu sudah di tutupi batang pohon kayu dan di genangan air limbah rumah tangga, dari pantauan awak media ini Minggu (28/9/24) sekira pukul 10.30 Wita.

Melihat di papan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dirjen Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTB, Satker Pekerjaan jalan Nasional Wilayah III Propinsi NTB, Kantor Pejabat Pembuat Komitmen Kabupaten Dompu bahwa preservasi jalan tersebut baru saja di laksanakan oleh pihak Kontraktor lokal Dompu yakni PT Lancar Sejati dengan anggaran yang bersumber dari APBN Tahun 2024 sebesar Rp 19.512.785.000 dan masa pekerjaan 331 hari/lebih kurang 10 bulan yang di mulai pada bulan Januari 2024 kemarin, namun kondisi jalan saat ini sudah berlubang dan rusak parah.

“Pertanyaan publik saat ini adalah bahwa kegiatan preservasi jalan tersebut di nilai asal-asalan dan tidak memenuhi standar tehnis sebagaimana yang di tetapkan serta tidak adanya pengawasan yang melekat dari dari instansi terkait, sehingga kondisi jalan Nasional cepat rusak, dan patut diduga anggaran yang fantastis tersebut di korupsi oleh oknum pejabat instansi terkait mulai dari pusat sampai ke Daerah.”

Terkait hal itu publik mendesak kepada Institusi penegak hukum di pusat mulai dari KPK, Jaksa Agung, Mabes Polri dan BPK, BPKP turun langsung ke lapangan untuk melihat pekerjaan proyek tersebut sudah sesuai standar atau tidak.

Baca Juga:  Berantas Pengedar Shabu Di Kampung Bebas Narkoba Didukung Masyarakat Dompu

Kegiatan Preservasi jalan nasional yang di laksanakan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) bukan saja di laksanakan pada tahun ini namun pada beberapa dekade tahun sebelumnya kerap di laksanakan kegiatan Preservasi jalan nasional lintas Sumbawa-Bima khususnya di wilayah Kabupaten Dompu.

Sejatinya preservasi jalan merupakan kegiatan penanganan jalan, berupa pencegahan, perawatan dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas sehingga umur rencana yang di tetapkan tercapai.Hal ini hanya sebatas teori belaka namun pada implementasinya selama ini jauh dari kenyataan, sehingga acap kali jalan nasional yang di perbaiki namun kondisi jalan kerap rusak dan berlubang kembali seperti semula. Selain karena faktor alam dan kwalitas pekerjaan yang bobrok namun patut di duga anggaran tersebut kerap di sunat oleh oknum pejabat instansi terkait mulai dari hulu sampai ke hilirnya. eksesnya kwalitas pekerjaan jalan tidak sesuai standar yang ditentukan.

Ketika berita di rilis awak media keadaan jalan nasional secara umum rusak parah dan khusus di jalan lintasan Desa O,O Kecamatan Dompu sampai menuju ke perbatasan Dompu – Bima serta di ujung timur Kabupaten Bima (Sape) keadaannya sudah rusak berat dan berlubang sehingga jalan yang rusak tersebut di tumpuki batang pohon kayu dan genangan air berkeceran di atas jalan raya, pungkasnya. Jurnalis, Rdw/ddo.

Berita Terkait

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!
Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan
Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot
Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia
Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi
Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung
30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:23

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:30

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23

Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:43

Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:03

Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi

Kamis, 30 April 2026 - 14:10

Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung

Kamis, 30 April 2026 - 13:06

30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun

Kamis, 30 April 2026 - 09:58

PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum

Berita Terbaru