Kasus “Nasi Bungkus” Pembawa Maut di Awear Diduga Ditutup Tutupi Untuk Lindungi Seseorang

- Redaksi

Senin, 14 Oktober 2024 - 09:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saumlaki (Maluku) CNN Indonesia.id –
Kasus meninggalnya bocah 11 tahun atas nama Yohana Ambalani, asal desa Awear, Kecamatan Yaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) akibat konsumsi nasi bungkus pemberian Kakeknya yang diperoleh dari kampanye dialogis Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar Nomor Urut 3 yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PSI ini kian membuka tabir dan fakta-fakta baru.

Informasi yang himpun media ini, mulai dari keterangan para korban pengkomsumsi nasi bungkus maut ini, kemudian kepala desa Awear hingga dokter yang menangani korban meninggal maupun kepala dinas kesehatan dan Pemda sendiri, terjadi banyak kejanggalan.

Berikut ini sajian penjelasan versi dokter Feby Rutmam, bahwa di hari Kamis 10 Oktober 2024, bocah 10 tahun atas nama Yohana Ambalani masuk ke puskemas dengan riwayat muntah berak dan dehidrasi tingkat sedang.

“Kami lakukan penanganan dan membaik. Hari ketiga, disore hari memang rencana untuk dipulangkan, tapi jam 5 sore lewat, pasien tiba-tiba demam tinggi dan sekitar 30 menit berikutnya, pasien alami kejang demam,” ungkap dokter umum ini.

Menurut Feby, diare pasien telah teratasi oleh pihaknya. Dan ketika akan dipulangkan, tiba-tiba kondisi pasien panas tinggi dan kejang demam. Alhasil, pihaknya menangani dengan memberikan obat anti kejang dan pasien ada perubahan.

Namun kondisi bocah 10 tahun ini, semakin memburuk dimenit ke 30 yakni alami gagal pernapasan. Dengan kondisi demikian, pihaknya melakukan bantuan pernapasan selama 1 jam terhadap korban. Akan tetapi usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Dimana Yohana Ambalani dinyatakan meninggal pukul 21.55 WIT.

Dihari yang sama saat pasien Yohana Ambalani masuk, telah ada beberapa pasien lainnya berkisar 10 orang yang masuk rawat inap dengan dehidrasi ringan. Dan dari semua pasien yang dirawat itu, saat diwanwancara baik menyangkut riwayat makanan, juga tentang kondisi lingkungannya bagaimana.

Baca Juga:  Sebanyak 52 orang lansia Kecamatan Mungka mendapatkan bantuan sembako

” Dari sekian pasien yang dilarikan ke RS mengaku kalau mereka konsumsi nasi bungkus yang dibagikan tim pemenangan paslon nomor urut 3 yakni Riky Jauwerissa – Juliana Ratuanak. Jadi pastinya penyebab adalah nasi bungkus,” ujarnya.

Untuk memastikan apakah penyebab utama adalah nasi bungkus, menurut Feby haruslah diambil sampelnya untuk diperiksa. Akan tetapi hal itu sudah tidak memungkinkan lagi, karena tak ada sampel nasi bungkus.

“Jadi diagnosis medis itu para pasien dari Desa Awear ini yang masuk rawat inap maupun rawat jalan itu adalah diare akut, ringan dan sedang. Yang berat dan sedang kita rawat, sedangkan ringan kita ijinkan pulang disertai pesan apabila alami muntah dan BAB bisa kembali ke puskemas,” katanya.

Dari data yang disampaikan dokter Feby bahwa untuk Desa Awear belum ada peningkatan status untuk wabah diare. Padahal desa-desa tetangga telah terjadi peningkatan status dibulam Juli – Agustus. Dan dari Agustus – September hanya terdapat satu dua kasus saja..

“Nah Awear ini baru peningkatan status saat ini untuk diare,” tandasnya.
Disingung tentang kematian bocah SD ini, dengan lugas dokter Feby katakan kalau Yohana Ambalani meninggal lantaran disebabkan kejang dan demam, tandasnya

Berdasarkan jawaban dokter Feby, maka dapat disimpulkan bahwa keterangan itu tidak sesuai dengan pengeluhan pasien yang dengan lugas mengakui bahwa terjadinya diare berawal dari konsumsi “Nasi Bungkus” yang dibagi tim pemenangan calon nomor urut 3 dengan jargon berSATU.
(AM).

Berita Terkait

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!
Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan
Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot
Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia
Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi
Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung
30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:23

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:30

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23

Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:43

Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:03

Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi

Kamis, 30 April 2026 - 14:10

Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung

Kamis, 30 April 2026 - 13:06

30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun

Kamis, 30 April 2026 - 09:58

PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum

Berita Terbaru