Keluarga Korban Meninggal di Awear Minta Polisi Usut Dugaan Keracunan Makanan

- Redaksi

Senin, 14 Oktober 2024 - 00:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saumlkai (Maluku) CNN Indonesia.id –
Pihak keluarga dari bocah 11 tahun atas nama Yohana Ambalangi Wermasubun, yang meninggal akibat dugaan keracunan akibat mengkonsumsi “nasi bungkus” yang diberikan oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor 3 Ricky Jawerisa-Juliana Chatarina Ratuanak, meminta pihak Polres Kepulauan Tanimbar agar menyelidiki kasus puluhan warga Desa Awear yang mengalami perawatan di Puskesmas maupun rumah.

“Semua berawal dari mengkonsumsi makanan berupa nasi dan telur yang dibungkus dan dibagikan kepada warga dan anak-anak saat kampanye dialogis Paslon RJ-JCR pada sore hari dan anak kami mengalami mual, muntah hingga BAB dari malam hingga akhirnya dilarikan ke puskemas Romean disubuh hari,” tandas Benny Oratmangun.

Intervensi pihak kepolisian sangat dibutuhkan oleh pihak keluarga. Mengingat saat anak mereka dibawah ke puskemas, dokter yang menangani dalam melakukan anamnesa bertanya tentang apa yang dimakan dan diminum. Mendapat jawaban dari orang tua korban, dokter menyebut bahwa anak mungkin salah makan.

Penjelasan orang tua korban bahwa anaknya mengkonsumsi nasi bungkus pemberian Paslon nomor urut 3 yaitu Riky Jauwerissa dan Juliana Catarin Ratuanak yang sore itu melakukan kampanye dialogis didesa Awear Kecamatan Yaru. Kendati demikian, paslon nomor urut 3 tersebut kanya pasif bahkan menolak bertanggung jawab atas kasus yang menimpa masyarakat tersebut.

Baca Juga:  Polsek Pariaman Amankan Pemuda Kasus Teman Gorok Teman

Oleh karena itu, keluarga pun berharap dan mendorong untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah anak mereka yang sudah terbaring kaku. Pasalnya hanya itulah jalan satu-satunya untuk mengungkap dan memastikan penyebab kematian dari putri mereka.

“Sekarang kan tidak ada pihak yang mau bertanggungjawab atas kejadian musibah naas ini. Jelas-jelas anak kami konsumsi nasi bungkus milik Paslon RJ ini, dan harus meregang nyawa. Tetapi hal ini, kami yang disalahkan bahwa seolah-olah ada wabah muntaber di Fordata, khususnya Awear. Jadi yang bisa membuktikan secara jelas dan tertangungjawab adalah dengan cara autopsi, sebab sampel makanan pun sudah tidak ada untuk diuji pada laboratorium,” tandas Oratmangun.

Sumber media ini yang ikut kampanye dialogis tersebut membenarkan bahwa paslon nomor urut 3 saat itu membagi nasi bungkus kepada masyarakat di desa tersebut, dan ketika masyarakat mengkonsumsi makan tersebut malamnya langsung dilarikan ke puskesmas di Romean ibukota kecamatan Yaru.
– (AM) -.

Berita Terkait

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:05

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Sabtu, 18 April 2026 - 13:00

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Berita Terbaru