Medan, Sumut, CNN Indonesia.Id
Dengan ada nya Komentar Presiden IPM Tan Gozali Nasution yang di terbitkan Media Online CNN Indonesia.Id pada Senin (17/03/2025) yang bertepatan dengan 17 Romadhon 1446 Hijriah, terkait masalah Win win solution terkait masalah Marak nya PETI di daerah TAPSEL maupun di daerah MADINA langsung di sambut baik oleh Wakil Ketua HIKMA SUMUT H.Syahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan S.E, M.M.
“Dengan acungan jempol dan ucapan πππ Sangat setuju sekali, sebab inilah yang sebenarnya jalan tengah dari permasalahan β PETIβ di TAPSEL MAUPUN MADINA. Hal ini juga memberikan dampak positif apa kita sebut dengan : WIN WIN SOLUTION, solusi menang menang , artinya tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan bahkan menghilangkan rasa sakwasangka ke salah satu pihak meraup keuntungan financial ataupun hal – hal lain yang dapat membawa β GADUH β di masyarakat, namun untuk menjaga EKOSISTEM agar jangan sampai menjadi rusak secara serampangan Harus juga ada CORIDOR CORIDOR SESUAI UU MINERBA YANG SUDAH diberlakukan sesuai Hukum yang berlaku,” ujar nya .
Selain itu H.Syahrir Nasution juga menambahkan, “Para wakil rakyat pun harus terlibat dalam hal ini untuk MENGONTROL apakah di tataran implementasinya di lapangan nantinya β berpihak ke Rakyatβ??? atau sebaliknya,” tambah nya.
Disisi lain dari hasil pantauan awak media dilapangan saat ini dari permainan PETI yang ada sudah menjadi ajang tumbuh nya kerajaan kerajaan kecil yang sok berkuasa dan bahkan tidak sadar kan diri lagi dimana posisi dia yang sebenarnya demi meraup keuntungan dari pada pengusaha PETI itu sendiri sementara tanpa di sadari pihak si pengusaha PETI mereka juga telah dibodohi, dan yang paling patal nya lagi sampai saat ini Kabupaten MADINA tidak bisa mendapatkan apa – apa yang seogyanya bisa meningkat kan PAD Mandailing Natal dengan kekayaan alam nya namun aneh nya sampai saat ini Pihak Pemkab MADINA cuma mendapatkan sisa puing – puing bekas tambang yang merusak ekosistem alam yang ada seperti salah satu nya yang nyata di depan mata kita kejernihan sungai batang Natal yang tidak pernah kita temukan lagi mulai dari daerah Jambur Baru sampai ke muara sungai di Kecamatan Natal masyarakat daerah pinggiran sungai Batang Natal sangat merasakan dampak nya sudah bertahun tahun dan juga tidak menutup kemungkinan akan ikut berdampak pada ekosistem yang ada di laut natal.
Melalui Media ini kami mencoba untuk mengetuk pintu hati seluruh pejabat terkait yang ada di Madina dan DPRD Kabupaten Mandailing Natal yang ada terkhusus nya yang besal dari daerah pemilihan III (Dapil III) dan seluruh sticholder (ahli bait…) yang terkait agar bisa membuat kan Perda terkait masalah PETI ini bisa di legalkan dengan membuat WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) dimana bertujuan untuk meningkatkan PAD Mandailing Natal dan sekaligus juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat tanpa ada yang dirugikan.
Apalagi dalam waktu dekat Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam waktu dekat akan segera dilantik kami berharap ini akan menjadi PR utama nanti nya bagi Bupati dan wakil Bupati yang baru dalam meningkatkan PAD Mandailing Natal kedepan
(Tim)
















