PADANG, CNN Indonesia id, — Tangis 30.000 warga Kayu Tanam menggema di Gedung DPRD Sumbar. Fraksi Partai NasDem resmi “mengetuk hati nurani” Pemerintah Provinsi Sumbar: Jembatan Anduriang harus dibangun kembali, sekarang juga.
Jembatan Anduriang sepanjang 70 meter hanyut diterjang banjir bandang November 2025. Putusnya “urat nadi ini mengisolasi lebih dari 30.000 jiwa di Nagari Anduriang dan sekitarnya. Fraksi NasDem DPRD Sumbar mendesak Pemprov Sumbar segera bertindak.
Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Sumatera Barat dalam Rapat Paripurna. 30.000 warga Kayu Tanam, Padang Pariaman yang akses utamanya putus total menuju perkantoran, sekolah, dan pusat ekonomi.
Desakan keras ini disampaikan awal Mei 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Padang. Poin desakan tertuang resmi dalam dokumen pandangan fraksi yang dibacakan di forum terhormat tersebut.
darurat dan tak bisa ditunda? Isolasi Total 30.000 Jiwa Jembatan ini satu-satunya akses utama warga. Hanyutnya jembatan = lumpuhnya nadi kehidupan.
Ekonomi Mencekik, Warga terpaksa memutar 20 kilometer untuk menyeberangi Batang Anai. Siswa harus bayar ongkos Rp50.000,- per hari. Beban berat bagi rakyat kecil.
Taruhan Nyawa Tiap Hari Tanpa jembatan, warga nekat menyeberang Batang Anai. 3 Mei 2026 lalu, seorang bapak hanyut diseret arus deras. Beruntung selamat berkat warga. Janji yang Tak Kunjung Terang : Sudah 6 bulan jembatan putus. Janji pembangunan kembali belum menemui titik terang.
tuntutan Fraksi NasDem?*
Pemprov Sumbar harus komunikasi intensif dengan Pusat. Jangan biarkan rakyat terisolasi. Tagih janji pembangunan kembali yang sampai hari ini menguap.
Tetapkan status darurat. Biaya hidup warga makin mencekik tiap hari jembatan tak dibangun.
Infrastruktur layak adalah pelayanan publik. Ini bukan proyek, ini nyawa.
Pimpinan dan Anggota Dewan yang Terhormat, Fraksi Partai NasDem ingin mengetuk hati nurani Pemerintah Provinsi. Jangan biarkan rakyat kami terisolasi dan menanggung beban biaya hidup yang semakin mencekik. Hanyutnya infrastruktur ini telah memutus akses utama masyarakat menuju perkantoran dan sekolah.”
30.000 JIWA MENUNGGU. 70 METER JEMBATAN = HARAPAN HIDUP.
PAK GUBERNUR, DENGARLAH. RAKYAT SUDAH CUKUP MENDERITA (jhrmn )
















