Bupati Baru Membuat Harapan Baru, Bukan Membuat Masalah Baru

- Redaksi

Minggu, 20 April 2025 - 07:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madina, Sumut, CNN Indonesia.Id
Dengan Dikeluarkannya Surat Pemberhentian aktivitas ” PETI ” Jangan Menimbulkan masalah baru Rakyat Menjadi Hoep Less (Hilang Harapan) Hidupnya Dengan Adanya Bupati Baru Di MADINA .

Dengan ada nya surat edaran Bupati Mandailing Natal terkait masalah (PETI) yang di tujukan kepada 12 orang camat yang ada di wilayah Mandailing Natal.

Ada pun surat edaran Bupati Mandailing Natal tersebut tertanggal 17 April 2025 dengan nomor surat : 660/0698/DLH/2025, sipat : Penting , Perihal : Penghenti Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang di tujukan kepada 12 orang camat di Kabuten Mandailing Natal, sementara di wilayah Kabupaten Mandailing Natal sendiri di ketahui ada 23 Kecamatan berdasarkan dari surat edaran Bupati yang berbunyi Penutupan masalah PETI berarti ada 11 Kecamatan lagi yang di duga tidak masuk dalam areal wilayah PETI.

Sesuai dengan isi surat edaran Bupati H. Saipullah Nasution tersebut yang mendapat surat tersebut di antara nya : Camat Huta Bargot, Camat Naga Juang , Camat Kita Nopan, Camat Muara Sipongi, Camat Pakantan, Camat Ulu pungkut, Camat Batang Natal, Camat Lingga Bayu, Camat Ranto Baek , Camat Batahan, Camat Natal, dan Camat Muara Batang Gadis (MBG).

Setelah dikeluarkan nya surat penutupan PETI tersebut, oleh Bupati Mandailing Natal dari hasil pemantauan awak media di lapangan ada juga menuai pro dan kontra di mana, apakah dengan langkah ini akan dapat berjalan dengan optimal dan bagai mana pula nanti nya dengan kebutuhan masyarakat yang setiap saat membutuhkan biaya untuk menafkahi keluarga nya sementara dari pihak pemerintah belum ada pengalihan lapangan pekerjaan yang bisa membiayai keluarga mereka seperti biaya sekolah anak – anak nya dan belanja keluarga mereka yang selama ini menggantungkan harapan nya di PETI.

Baca Juga:  Dianugerahi Bintang Mahaputra Nararya dari Presiden Jokowi, Menteri AHY Akan Terus Fokus pada Target Pencapaian Kementerian ATR/BPN

Memang disisi lain kita akui sudah ada langkah yang di lakukan oleh Bupati Mandailing Natal untuk penanganan masalah” PETI” yang selama ini meraja lela di wilayah Kabupaten MADINA namun sama – sama kita ketahui bersama untuk pengurusan izin WPR dan IPR ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, jadi kalau langsung di tutup masalah PETI apakah pihak pemerintah Kabupaten telah ada menyiapkan lapangan kerja sebagai pengalihan untuk tempat masyarakat mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga mereka, jangan nanti nya hal ini akan menimbulkan polemik baru di tengah tengah masyarakat.

Dan yang menjadi pertanyaan dari surat edaran Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution tentang penutupan aktifitas “PETI” kenapa ini di tujukan cuman kepada 12 orang camat yang ada sementara sama sama kita ketahui si Mandailing Natal itu ada 23 Kecamatan kenapa 11 kecamatan lagi tidak di Surati oleh Bupati.

Di sisilain salah seorang pengamat politik putra asli Batang Natal H.Syahrir Nasution juga angkat bicara terkait beredar nya surat yang di keluarkan Bupati tentang penghentian “PETI” di 12 Kecamatan
“BUPATI JANGAN HANYA BISA MEMBUAT SURAT PEMBERHENTIAN NYA SAJA, tugas Bupati / KDH PEMERINTAHAN itu ada dua hal yang URGENTLY yakni, 1. Membuka lapangan kerja terhadap RAKYAT nya sendiri . :2. Melindungi masa depan generasi Muda RAKYAT MADINA untuk SURVIVAL demi kelangsungan hidupnya untuk menatap harapan hidup nya,”ujar nya . melalui pesan Singkat dari akun WhatsApp nya.

(Tim)

Berita Terkait

Siapkan SDM Tanimbar Hadapi Blok Masela, Mercy Barends Gelar Sosialisasi Empat Pilar
Proyek Rehab Sawah Rp.157 Juta di Anduriang Amburadul, Petani Desak Dinas Pertanian Padang Pariaman Turun Tangan
Kapolsek Palupuh Ajak Masyarakat Kedepankan Musyawarah dan Jaga Kamtibmas
Sebanyak 36 Anggota BPD Antar Waktu Resmi Dilantik Bupati Ricky Jauwerissa
Zilfa Efrizon : Kehadiran KCP Bank Nagari Baso Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat
SMA Negeri 1 Lingga Bayu Gelar Perpisahan dan Pelepasan 135 Siswa Kelas XII Tahun 2026
Darurat Anduriang: 30.000 Jiwa Terisolir, Fraksi Nasdem DPRD Sumbar Mengtuk Nurani Pemprov: Bangun Jembatan Sekarang
MW KAHMI Sumut : Presidium Pilihan Solusi Kolektif Dalam Kebutuhan Kepemimpinan Transisi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:15

Siapkan SDM Tanimbar Hadapi Blok Masela, Mercy Barends Gelar Sosialisasi Empat Pilar

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:50

Proyek Rehab Sawah Rp.157 Juta di Anduriang Amburadul, Petani Desak Dinas Pertanian Padang Pariaman Turun Tangan

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:25

Kapolsek Palupuh Ajak Masyarakat Kedepankan Musyawarah dan Jaga Kamtibmas

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:34

Sebanyak 36 Anggota BPD Antar Waktu Resmi Dilantik Bupati Ricky Jauwerissa

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:12

Zilfa Efrizon : Kehadiran KCP Bank Nagari Baso Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:14

Darurat Anduriang: 30.000 Jiwa Terisolir, Fraksi Nasdem DPRD Sumbar Mengtuk Nurani Pemprov: Bangun Jembatan Sekarang

Senin, 4 Mei 2026 - 05:20

MW KAHMI Sumut : Presidium Pilihan Solusi Kolektif Dalam Kebutuhan Kepemimpinan Transisi

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:23

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!

Berita Terbaru