Aktifitas (Peti) di Muara Kiawai masih beroperasi, Aparat Penegak Hukum(APH) harap tindak tegas pelaku

- Redaksi

Jumat, 25 April 2025 - 13:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat, CNN Indonesia.id – Aktifitas pertambangan emas tampa izin (peti) di beberapa wilayah Pasaman Barat, masih beroperasi sampai saat ini. salah satunya di Nagari Muara kiawai, kecamatan Gunung Tuleh, kabupaten Pasaman Barat.

Ditengah tengah hebohnya pemberitaan di media online terkait pertambang emas tampa izin( peti) di wilayah hukum polres Pasaman Barat, namun tidak membuat niat pelaku sedikitpun untuk berhenti melakukan aktifitas nya, seolah olah pelaku merasa kebal hukum.

 

Bersarkan pantauan media ini di lokasi. Rabu (22/4) ada satu unit alat berat jenis Excavator yang masih beroperasi melakukan aktifitas pertambangan emas tampa izin (peti) di tepi aliran sungai Batang Pasaman.

Aktifitas (peti) ini terus berlangsung hingga sampai saat ini tampa ada tindakan dari aparat penegak hukum( APH) padahal,” kawasan peti di Nagari Muara Kiawai itu sangat dekat dari kantor Kapolsek Gunung Tuleh (Guntul) Kabupaten Pasaman Barat,”kata ujang merupakan warga setempat.

 

“Ujang berharap, aparat penegak hukum segera menghentikan aktifitas (peti) ini, soalnya sangat berdampak kepada kami masyarakat yang mempunyai kebun di tepi aliran sungai Batang Pasaman.

Baca Juga:  Kapolres Dompu Pimpin Upacara PTDH dan Pemberian Reward Personil Berprestasi

tambang emas ilegal itu harus segera di basmi hingga ke akar-akarnya, jika Polres tidak Sanggup Polda harus turun tangan kalau Polda juga segan, Mabes polri harus segera turun, sebelum bencana besar datang melanda Pasaman Barat seperti Gempa bumi dahulu karena ilegal logging yang makin marak, ujarnya ujang

Dengan adanya aktivitas Peti ini,” Sudah pasti akan menimbulkan dampak negatif yang akan terjadi terutama merusak aliran sungai Batang Pasaman, apa lagi yang mereka gali saat ini di kawasan hutan lindung

Lanjutnya,” Selain itu pemakaian Bahan bakar minyak solar untuk mengoperasikan alat berat yang beraktifitas di tambang oleh oknum masyarakat, diduga menggunakan BBM bersubsidi dinilai jelas sudah merugikan masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi

Dalam hal ini, terkait penambangan emas tampa izin( Peti) oleh oknum oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab,patut jadi perhatian khusus Aparat penegak Hukum baik dari Resor kabupaten maupun ditingkat pusat, untuk menindak menghentikan kegiatan( PETI) yang dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan,” Tutup Ujang
(FJ/Doni saputra)

Berita Terkait

Siapkan SDM Tanimbar Hadapi Blok Masela, Mercy Barends Gelar Sosialisasi Empat Pilar
Proyek Rehab Sawah Rp.157 Juta di Anduriang Amburadul, Petani Desak Dinas Pertanian Padang Pariaman Turun Tangan
Kapolsek Palupuh Ajak Masyarakat Kedepankan Musyawarah dan Jaga Kamtibmas
Sebanyak 36 Anggota BPD Antar Waktu Resmi Dilantik Bupati Ricky Jauwerissa
Zilfa Efrizon : Kehadiran KCP Bank Nagari Baso Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat
SMA Negeri 1 Lingga Bayu Gelar Perpisahan dan Pelepasan 135 Siswa Kelas XII Tahun 2026
Darurat Anduriang: 30.000 Jiwa Terisolir, Fraksi Nasdem DPRD Sumbar Mengtuk Nurani Pemprov: Bangun Jembatan Sekarang
MW KAHMI Sumut : Presidium Pilihan Solusi Kolektif Dalam Kebutuhan Kepemimpinan Transisi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:15

Siapkan SDM Tanimbar Hadapi Blok Masela, Mercy Barends Gelar Sosialisasi Empat Pilar

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:50

Proyek Rehab Sawah Rp.157 Juta di Anduriang Amburadul, Petani Desak Dinas Pertanian Padang Pariaman Turun Tangan

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:25

Kapolsek Palupuh Ajak Masyarakat Kedepankan Musyawarah dan Jaga Kamtibmas

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:34

Sebanyak 36 Anggota BPD Antar Waktu Resmi Dilantik Bupati Ricky Jauwerissa

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:12

Zilfa Efrizon : Kehadiran KCP Bank Nagari Baso Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:14

Darurat Anduriang: 30.000 Jiwa Terisolir, Fraksi Nasdem DPRD Sumbar Mengtuk Nurani Pemprov: Bangun Jembatan Sekarang

Senin, 4 Mei 2026 - 05:20

MW KAHMI Sumut : Presidium Pilihan Solusi Kolektif Dalam Kebutuhan Kepemimpinan Transisi

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:23

Rapimwil MW KAHMI Sumut: Visi & Misi Tanpa Dialog, Konspirasi Terbongkar Terang-terangan!

Berita Terbaru