Batang Palupuh, CNN Indonesia.id
Kelompok Dasawisma Jorong Batang Palupuh, menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut program Kampung Berseri Astra (KBA) yang akan resmi diluncurkan, Salah satu kegiatan perdana yang digelar adalah Pelatihan Daur Ulang Sampah Rumah Tangga, yang dilaksanakan pada Selasa, 20/05/25
Dalam pelatihan ini, para peserta belajar bagaimana mengolah limbah rumah tangga seperti plastik, kertas, dan kain bekas menjadi barang bernilai guna dan ekonomis. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bijak.
Salah satu Ketua kelompok Dasawisma, menyampaikan rasa terima kasih dan semangat luar biasa dari para anggota. “Kami sangat senang bisa terlibat dalam program Kampung Berseri Astra ini. Pelatihan daur ulang ini membuka wawasan kami bahwa sampah pun bisa menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan benar,” ujarnya.
Program Kampung Berseri Astra sendiri bertujuan membina masyarakat dalam aspek kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, dan pendidikan. Diharapkan, kegiatan seperti ini bisa mendorong terbentuknya masyarakat yang mandiri, sehat, dan peduli lingkungan.
Pelatihan yang difasilitasi oleh tim KBA ini mengajarkan peserta cara mengolah sampah seperti plastik, kardus, dan kain bekas menjadi produk bernilai jual seperti tas, pot tanaman, dan hiasan rumah. Para peserta tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara membuat kerajinan tangan dari barang bekas yang ada di sekitar mereka. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh semangat, memperlihatkan besarnya minat warga terhadap keterampilan yang bermanfaat ini.
Salah satu peserta pelatihan Daur Ulang menyebutkan “Program ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam mengurangi sampah di lingkungan serta membuka peluang usaha rumahan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak warga,” ujarnya. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga.
Kegiatan ditutup dengan sesi praktik membuat kerajinan dari bahan daur ulang, yang dipandu oleh instruktur dan menghasilkan berbagai karya kreatif dari tangan ibu-ibu Dasawisma.
(*)
















