Antara Pengalaman Dan Pencitraan : Gaya Kepemimpinan Muallem Dan Bobby Nasution 

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025 - 23:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Sumut, CNN Indonesia.Id
Oleh H. Syahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan

Di tengah sorotan publik tentang gaya kepemimpinan kepala Daerah, dua nama kembali mengemuka di panggung perdebatan regional Minggu ini , Muzakir Manaf ( Muallem) dan Bobby Nasution. Keduanya memiliki latar belakang dan pendekatan kepemimpinan yang kontras.
Muallem,sisok yang  diterpa dari medan perjuangan dan konsisten berakar dari akar rumput Aceh, berhadapan dengan Bobby pigur mudah yang tampil modern dan selalu populis sering kali didorong oleh nama besar keluarga dan pencitraan .

Perbedaan mendasar antara kedua nya terletak pada pengalaman dan kedalaman medan sosial  politik tempat mereka berkiprah. Muallem adalah hasil  dari proses  panjang sejarah Aceh. Ia bukan hanya mantan Panglima GAM,  tetapi juga tokoh yang paham denyut nadi rakyat dan seluk –  beluk birokrasi pemerintah paska damai.

Kepemimpinan Muallem teruji dalam  berbagai transisi dari masa konflik, perdamaian , hingga konsolidasi politik lokal.Sementara itu Bobby Nasution menantu Presiden Jokowi muncul dengan kecepatan yang mencolok. Dari dunia usaha ke jabatan wali kota, dan kini menjabat Gubernur Sumut, lonjakan jabatan Bobby memang spektakuler. Namun, cepat tidak selalu berarti siap. Beberapa kebijakan Bobby belakangan seperti rencana penetapan sekolah lima hari dinilai lebih sebagai langkah populis ketimbang hasil perenungan mendalam terhadap sektor dunia pendidikan. Bahkan, langkah kebijakan yang menyentuh pariwisata dan waktu keluarga  justru mengundang gelak tawa dan kritik tajam dari tokoh – tokoh publik seperti mantan Ketua Ombudman Sumut Abyadi siregar.

Baca Juga:  Pj. Bupati Langkat Serahkan Medali Juara Cabor Sambo PON XXI Aceh-Sumut 2024

Perbedaan ini menegaskan berapa pentingnya pengalaman sebagai unsur utama dalam kepemimpinan yang bijak dan berkelanjutan. Muallem boleh jadi tidak memiliki gaya komunikasi “milenial” tetapi ia memiliki akar sosial yang kuat, serta jaringan dan pemahaman struktural yang terbentuk dari proses panjang.
Sedangkan Bobby meskipun membawa energi muda dan koneksi kekuasaan, kerap kali tergelincir dalam kebijakan – kebijakan simbolik yang tidak menjawab pesoalan mendasar rakyat.

Disini lah publik perlu lebih kritis, kita tidak  sedang memiliki pemimpin dari citra dan iklan, melainkan dari rekam jejak dan dampak kebijakan. Pemimpin bukan semata ia tampil di media sosial, tetapi bagaimana ia menjawab keresahan rakyat, dan keputusan yang berpihak, tepat , dan berdampak nyata.

Aceh dan Sumut tidak butuh manejer media , Daerah ini butuh pemimpin yang matang, paham lapangan,  dan tidak belajar sambil menjabat.

Managing derector PECI Indonesia ( POLITICAL ECONOMIC CONSULTING INSTITUTE) Indonesia.

(M.SN)

Berita Terkait

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK
Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Rabu, 15 April 2026 - 03:44

Kunker Bupati Tapanuli Utara di Kecamatan Parmonangan, Perkuat Pelayanan dan Pemulihan Pascabencana di Wilayah Terpencil

Selasa, 14 April 2026 - 07:29

Warga Aceh Timur Blokade Perkebunan Sawit, Negara Diuji di Lapangan

Berita Terbaru