Bukittinggi, CNN Indonesia.id – Usai sudah penyelenggaraan acara alek Nagari khatam Al Qur’an TPQ al-huda ke XXIX Masjid Nurul Wathan RW 02 kelurahan Kubu Gulai bancah, kecamatan Mandiangin koto selayan kota Bukittinggi, pada Minggu 27 Juli 2025 yang lalu, berjalan dengan lancar dan sukses.
Dibalik suksesnya penyelenggaraan acara itu, tidak terlepas dari kekompakan seluruh tim panitia yang bahu membahu, bekerja sama dalam mengatur kegiatan tersebut, mulai dari logistik,anggaran, konsumsi, agenda acara dan lain-lain.
Yanti Vera bendahara dari panitia pelaksana khatam, ketika dihubungi media (Senin 4/8),usai membereskan peralatan di Masjid Nurul wathan,Ia menjelaskan bahwa, semua itu bentuk perwujudan pengabdian kita di kampung, ujarnya.
Sifat gotong royong ini sudah tertanam bagi kami warga masyarakat di Gulai bancah dan itu sudah mentradisi, bak kata pepatah ” Barek samo di Pikua, Ringan samo di Jinjiang”, artinya,apapun yang terjadi di selesaikan secara bersama-sama,jadi itulah makna dalam kebersamaan, tidak ada yang berat kami rasakan, kalaupun ada, dikerjakan bersama, ringan jadinya,tukasnya.
Kemudian dalam kegiatan sosial lainnya pun, baik itu acara pesta perkawinan (baralek) atau kemalangan seperti ada warga yang sakit atau meninggal dunia, secara bersama-sama pula kami mengurusnya, itulah kearifan lokal yang tetap kami pertahankan di Gulai bancah hingga hari ini, terangnya.(Fendy Jambak)















