Aksi Demo di Aceh Timur Berubah Jadi Audiensi, Masyarakat Ancam Gelar Unjuk Rasa Lebih Besar

- Redaksi

Senin, 15 September 2025 - 06:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Rencana aksi demonstrasi masyarakat pada 16 September 2025 akhirnya beralih menjadi audiensi pada hari Kamis 18 September 2025, setelah melalui proses negosiasi dengan berbagai pihak. Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi kericuhan, sebagaimana sempat terjadi pada sejumlah aksi di daerah lain.

Supridar, Koordinator Lapangan, menjelaskan bahwa perubahan bentuk aksi ini tidak mengurangi substansi tuntutan masyarakat. “Kami memilih audiensi agar penyampaian aspirasi tetap berjalan, tetapi dengan suasana yang lebih kondusif,” katanya.

Polres Aceh Timur memfasilitasi jalannya audiensi dengan menghadirkan pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan PT Medco, Bupati, dan DPRK. Kasat Intelkam Polres Aceh Timur memastikan seluruh pihak sudah dihubungi dan dijadwalkan hadir.

Baca Juga:  HUT ke 25 PP Polri 2024, Kapolda Sumsel Ajak Keluarga Besar Dukung Program Polri Presisi

“Audiensi ini bertujuan menyelesaikan isu yang menjadi tuntutan masyarakat secara damai dan konstruktif,” ungkap pihak Polres Aceh Timur.

Namun, sebagian perwakilan masyarakat menegaskan bahwa langkah audiensi bukan akhir dari perjuangan mereka. “Jika dalam audiensi tidak ada titik temu yang menguntungkan masyarakat, aksi demo akan tetap digelar dengan massa yang lebih banyak. Kami anggap pemerintah tidak serius menangani persoalan ini,” ujar salah satu perwakilan.

Dengan mekanisme audiensi ini, publik menunggu hasil nyata dari dialog antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan yang selama ini menjadi sorotan.

(Rasyidin)

Berita Terkait

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Berita ini 247 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Berita Terbaru