Sangat Disayangkan, 9 Dapur MBG Kabupaten Agam Tidak Melibatkan Ahli Gizi dan Koordinasi dari Dinas Kesehatan

- Redaksi

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Agam, CNN Indonesia.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Namun, pelaksanaan di Kabupaten Agam menuai sorotan. Pasalnya, sembilan dapur MBG yang sudah berjalan di daerah ini ternyata tidak melibatkan tenaga ahli gizi maupun koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan setempat.

Kondisi tersebut dinilai sangat disayangkan karena MBG seharusnya bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga memastikan menu yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi seimbang. Tanpa kehadiran ahli gizi, dikhawatirkan menu yang diberikan kurang tepat dan tidak memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

Beberapa pihak menyampaikan bahwa dapur MBG di Kabupaten Agam saat ini lebih banyak dijalankan secara teknis oleh kelompok masyarakat dan pihak ketiga. Walaupun semangatnya patut diapresiasi, namun minimnya pendampingan dari tenaga profesional di bidang gizi bisa berpotensi menurunkan kualitas program.

Menurut informasi yang berkembang, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam belum sepenuhnya dilibatkan dalam perencanaan maupun pengawasan menu yang disediakan oleh dapur MBG. Padahal, koordinasi lintas sektor sangat penting agar program ini sesuai dengan tujuan utama yakni perbaikan status gizi masyarakat.

Praktisi kesehatan menilai, keberadaan ahli gizi di setiap dapur MBG mutlak diperlukan. Dengan adanya tenaga ahli, setiap menu bisa dirancang sesuai kebutuhan kalori, protein, vitamin, dan mineral bagi penerima manfaat. Tanpa perhitungan matang, program bisa kehilangan arah dan hanya sebatas penyediaan makanan tanpa nilai gizi yang optimal.

Baca Juga:  Mendali Kedua untuk SUMBAR di Persembahkan Oleh Altet Binaan Payakumbuh Inlineskate Club

Sejumlah tokoh masyarakat juga mengungkapkan keprihatinan. Mereka menilai pemerintah seharusnya lebih serius dalam melibatkan instansi terkait. Jika Dinas Kesehatan dan ahli gizi tidak dilibatkan, maka keberlangsungan program berpotensi tidak efektif, bahkan bisa menimbulkan pemborosan anggaran.

Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan dapur MBG juga dianggap masih lemah. Tanpa adanya standar gizi yang jelas, menu yang disajikan bisa sangat berbeda antara satu dapur dengan dapur lainnya. Hal ini dikhawatirkan menimbulkan ketidakmerataan manfaat bagi masyarakat penerima.

Aktivis sosial di Agam menyebut, program MBG bukan sekadar proyek penyediaan makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk generasi sehat dan produktif. Oleh sebab itu, ketidakhadiran ahli gizi dalam dapur MBG adalah sebuah kekurangan serius yang perlu segera dibenahi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr.Hendri Rusdian saat di hubungi via Phonecel menyampaikan, Akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan dapur MBG  Dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan tenaga ahli gizi, kualitas menu bisa lebih terjamin, serta tujuan utama program dapat tercapai secara maksimal.

Ke depan, publik berharap agar pemerintah pusat maupun daerah tidak hanya fokus pada jumlah dapur MBG yang dibuka, tetapi juga pada kualitas penyajian makanan yang benar-benar sehat dan bergizi. Karena pada akhirnya, yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan kesehatan masyarakat, bukan sekadar pemenuhan formalitas belaka.

(*)

Berita Terkait

Pemekaran Sumatera Utara Bak Sinetron Panjang, Aspirasi Pantai Barat Madina Kian Mendesak
Warga Cor Bahu Jalan Simpang Gambir–Lobung, Gotong Royong Jangan Jadi Alasan Pembiaran
Camat Lingga Bayu Pimpin Musrenbang RKPD 2027, Fokus Infrastruktur Terisolir dan Penanganan Banjir
Malaka Akui Petrus Fatlolon Pernah Menjabat Komut PT.Tanimbar Energi, Tapi Lupa Ingatan
Respons Cepat Bupati Tapanuli Utara, Tinjau Jembatan Putus dan Temui Warga Garoga
Dilema PETI di Mandailing Natal: Antara Penegakan Hukum dan Tuntutan Kemanusiaan
Pelatihan ToT CAFE practices dan Budidaya Kopi Arabika
Bupati Tapanuli Utara Dukung Program Pemerintah Pusat, Tekankan Kebersihan Lingkungan dan Percepatan Program Prioritas
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:49

Pemekaran Sumatera Utara Bak Sinetron Panjang, Aspirasi Pantai Barat Madina Kian Mendesak

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:46

Warga Cor Bahu Jalan Simpang Gambir–Lobung, Gotong Royong Jangan Jadi Alasan Pembiaran

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:43

Camat Lingga Bayu Pimpin Musrenbang RKPD 2027, Fokus Infrastruktur Terisolir dan Penanganan Banjir

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:40

Malaka Akui Petrus Fatlolon Pernah Menjabat Komut PT.Tanimbar Energi, Tapi Lupa Ingatan

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:38

Respons Cepat Bupati Tapanuli Utara, Tinjau Jembatan Putus dan Temui Warga Garoga

Senin, 9 Februari 2026 - 07:06

Pelatihan ToT CAFE practices dan Budidaya Kopi Arabika

Senin, 9 Februari 2026 - 04:42

Bupati Tapanuli Utara Dukung Program Pemerintah Pusat, Tekankan Kebersihan Lingkungan dan Percepatan Program Prioritas

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:10

PDPI Sumbar Resmi Dilantik di ZHM, Tegaskan Peran Strategis Organisasi Profesi dalam Eliminasi TB

Berita Terbaru