Padang, CNN Indonesia.id – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Negeri Padang (UNP) tengah melakukan penelitian inovatif bertajuk “Next-Gen Oral Care: Inovasi Bioaktif Gambir Gum sebagai Antimikroba Alami Berbasis Tumbuhan.”
Penelitian ini diketuai oleh Navila Samsa Volasoohy, dengan anggota M. Rofif Azzuchri, M. Zidan Rosyadi, Mutia Erliza Mashfufah, dan Davin Abrar, serta disupervisi oleh Dr.dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed sebagai dosen pendamping. Kegiatan riset ini telah resmi dimulai sejak 7 Juli 2025.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi karies gigi di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, 57% masyarakat Indonesia berusia ≥ 3 tahun mengalami masalah gigi dan mulut, dengan karies sebagai kasus paling dominan. Salah satu penyebab utama karies adalah bakteri Streptococcus mutans, yang mampu membentuk plak dan menghasilkan asam penyebab demineralisasi enamel gigi.
Melihat kondisi tersebut, tim PKM-RE UNP berupaya menghadirkan solusi alami berbasis bahan lokal, yaitu ekstrak gambir (Uncaria gambir Roxb). Gambir mengandung senyawa aktif katekin, yang dikenal memiliki aktivitas antimikroba, antioksidan, dan antiinflamasi tinggi. Dalam penelitian ini, katekin dikombinasikan dengan xylitol, pemanis alami yang terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi.
Melalui kombinasi tersebut, tim mengembangkan “Gambir Gum”, sebuah permen kunyah bioaktif yang berpotensi menjadi produk perawatan mulut generasi baru (next-gen oral care). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas antimikroba Gambir Gum terhadap penurunan jumlah koloni Streptococcus mutans, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif pencegahan karies yang aman, alami, dan ramah lingkungan.
Ketua tim, Navila Samsa Volasoohy, menjelaskan bahwa pengembangan Gambir Gum tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan sumber daya alam lokal Sumatera Barat, mengingat tanaman gambir merupakan komoditas unggulan daerah tersebut. Dengan demikian, riset ini diharapkan mampu berkontribusi terhadap pengembangan inovasi berbasis kearifan lokal sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin Good Health and Well-being (SDG 3) dan Responsible Consumption and Production (SDG 12).
Penelitian ini merupakan langkah awal dalam membuka peluang pengembangan produk kesehatan gigi berbasis bahan alam Indonesia, serta menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa UNP dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat melalui riset ilmiah dan inovasi berkelanjutan.
(*)
















