Warga Pertanyakan Bangunan Drainase Dan Pengelolaan DD Desa Panggautan Kecamatan Natal

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 05:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madina, CNN Indonesia.Id
Tinggi nya curah hujan dalam beberapa hari belakangan ini di wilayah Pantai Barat, warga Desa Panggautan Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) keluhkan bangunan Drainase yang diduga asal jadi, pasalnya dalam beberapa hari ini mengakibatkan banjir di pemukiman warga. Sabtu,(22/11/2025)

‎Perihal ini disampaikan Efrizal Amin, A.P.Kom, salah seorang warga yang mengeluhkan tata kelola Desa dan Drainase yang dugaannya sangat buruk. Pasalnya, setiap turun hujan wilayah ini selalu terendam banjir.

‎”Pembangunan Drainasenya diduga asal jadi, buktinya setiap turun hujan,di area ini selalu terendam banjir padahal milyaran sudah Dana Desa (DD) dikucurkan Negara untuk Pembangunan Desa ini, namun, masih belum kami rasakan manfaatnya” Ujarnya kepada awak media Sabtu Pagi (22/11/2025).

‎Keluhan warga mengenai tata kelola desa yang diduga buruk dan sering terjadi banjir setelah hujan sangat beralasan.
‎Dugaan buruknya tata kelola lingkungan, termasuk manajemen air dan drainase yang tidak memadai, merupakan penyebab utama banjir, bahkan saat curah hujan tidak terlalu tinggi.

‎Ditempat terpisah warga lain yang enggan disebutkan namanya menjelaskan kepada awak media, perihal masalah banjir yang tak kunjung selesai membuat warga bertanya-tanya soal keseriusan pemerintah dalam menangani isu yang terus berulang ini. Beliau mengatakan, banjir bukan hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga kerugian materiil bagi warga yang terdampak.

‎“Kami sudah sering mengeluhkan banjir ini, tetapi rasanya seperti berbicara pada tembok. Pemerintah terkesan pura-pura tidak mendengar,” keluh seorang warga yang terdampak.

‎Ditambahkan beliau, sebenarnya warga sudah berulang kali mengeluhkan hal tersebut. Namun, hingga kini, belum ada tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah ini.

‎”Kalau tidak sanggup mengurus Desa ini silahkan mengundurkan diri, Keluhan kami sudah beberapa kali disampaikan, tetapi tidak di tanggapi,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya tersebut.

‎Meski demikian, warga tetap berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

‎“Kami hanya ingin pemerintah mendengar dan segera bertindak. Jangan sampai banjir ini menjadi masalah berulang-ulang tanpa solusi yang jelas, jangan berpura-pura tidak mendengar.” tutupnya.

‎Sistem drainase yang kurang optimal dan minimnya upaya pencegahan bisa menjadi penyebab utama banjir yang berulang setiap musim hujan. Banyak warga merasa aspirasi mereka diabaikan oleh Pemerintah Desa meskipun dampak banjir sangat dirasakan setiap tahun.

‎Ditempat terpisah awak media mencoba menghubungi untuk konfirmasi terkait hal tersebut kepada Kepala Desa (Kades) Panggautan di nomor WhatsApp (wa) nya +62 821-64xx-2xxx namun sayang nya sampai berita ini di turunkan belum ada jawaban sampai berita ini di turunkan karena nomor Kades tidak aktif.

Baca Juga:  Pendampingan Penyusunan SJP Tahun 2024 Melalui Aplikasi SMAKIN

Hal ini diminta kepada Kadis PMD dan Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal agar meninjau ulang bangunan Drainase tersebut dan memeriksa Kepala desa Panggautan dalam pengelolaan DD desa nya.

(M.SN)

Berita Terkait

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Berita Terbaru