Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Harapan korban banjir di Aceh Timur untuk menempati hunian sementara (huntara) sebelum Idulfitri tampaknya harus pupus. Hingga menjelang Lebaran, sejumlah proyek pembangunan huntara dilaporkan masih terbengkalai.
Fakta ini terungkap setelah Staf Khusus Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Faisal Rizal Hasan, turun langsung ke lapangan dalam rangka silaturahmi dengan warga terdampak bencana.
Di beberapa titik lokasi, Faisal menemukan kondisi pembangunan yang belum selesai, bahkan ada yang nyaris tidak menunjukkan progres signifikan.
Akibatnya, sebagian warga masih terpaksa bertahan di tenda pengungsian dengan fasilitas seadanya, di tengah suasana menjelang hari raya.
“Pemerintah Pusat sebelumnya menjadwalkan hunian ini rampung sebelum Lebaran. Namun kenyataannya, pembangunan masih jauh dari selesai. Banyak masyarakat masih tinggal di bawah tenda,” ujar Faisal Rizal, Jumat (27/3/2026).
Putra kelahiran Idi Cut yang juga dikenal sebagai Kombatan GAM Sagoe Meh Ijoe itu mengaku menerima banyak keluhan dari warga. Lambannya pengerjaan huntara dinilai memperpanjang penderitaan masyarakat korban banjir.
Menurutnya, kondisi di lapangan sangat bertolak belakang dengan rencana yang telah disampaikan sebelumnya, sehingga menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat yang berharap bisa merayakan Idulfitri dengan lebih layak.
Meski demikian, Faisal tetap mengajak masyarakat untuk bersabar dan tidak kehilangan harapan. Ia menekankan pentingnya keteguhan hati, sebagaimana pesan yang sering disampaikan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).
“Saya berharap masyarakat tetap sabar dan tawakal. Jangan hanya berharap kepada manusia. Kita sandarkan harapan kepada Allah agar segera diberikan jalan keluar,” ungkapnya.
Faisal juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan dan mendorong agar aspirasi masyarakat Aceh Timur segera mendapat perhatian serius dari pemerintah terkait.
Rasyidin















