Medan, Sumut, CNN Indonesia.Id
Merujuk dari pada pidato Bupati Mandailing Natal pada saat acara Halal bihalal IKANAS pada Minggu (20/04/2025) di Jakarta .
Salah seorang pengamat Putra asli Batang Natal H. Syahrir Nasution yang saat ini berdomisili di Binjai (Medan), yang juga di ketahui saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua di HIKMA SUMUT dan juga sebagai Penasehat di IKANAS Parsadaan ( Ikatan Keluarga Nasution ) mengatakan kepada awak media ini, setelah menyimak dan mengamati serta mendalami isi pidato Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution pada saat acara Halal bihalal IKANAS sangat menyinggung perasaan marga – marga lain yang ada di Kabupaten Mandailing Natal di luar dari pada marga Nasution dan Lubis,” kata Syahrir menjelaskan.
Dan setelah ada nya pernyataan H . Syahrir Nasution yang di muat CNN Indonesia.Id tentang isi pidato Bupati Mandailing Natal yang baru H Saipullah Nasution yang diduga menyinggung perasaan marga – marga lain yang ada di Mandailing Natal ada salah seorang Pengurus DPD IKANAS SUMUT yang merasa kebakaran Jenggot dan hal ini menjadi pertanyaan (?) besar di tubuh IKANAS dan ada apa ….
Sementara di sisi lain Dr H. Asren Nasution Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Nasution dohot anak boruna (IKANAS) Sumatera Utara menegaskan bahwa kemajuan dan kebesaran organisasi sangat di tentukan oleh kontribusi aktif anggota nya.
Demikian dikatakan nya setelah menerima audiensi PT. Pos Indonesia dan Dinas Sosial serta Dinas pendidikan kota Binjai di Ruang kerja nya pada Rabu (23/04/2025).
Menurut nya, ” IKANAS akan maju dan besar bila kita semua menjalankan peran masing – masing dengan sungguh -sunggu, tidak perlu menunggu peran besar yang penting kontribusi nyata dari setiap individu sesuai kapasitas dan keahlian nya,” ujar Asren.
Sebagai organisasi Sosial, budaya, dan seni IKANAS hadir untuk menjaga , mengembangkan , serta mewariskan nilai – nilai luhur yang telah menjadi nilai luhur marga Nasution, tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi keluarga Besar Nasution, IKANAS juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pelestarian budaya Mandailing.
Dr. Asren juga menyoroti penting nya regenerasi dan keterlibatan generasi muda dan anak Boru dalam organisasi, ia juga berharap anak – anak muda keturunan Nasution tidak hanya bangga dengan kebesaran nama leluhur, tetapi juga mampu menjadi pemeran aktif dalam menjaga warisan budaya serta membangun masa depan yang lebih baik.
“IKANAS bukan hanya tentang masa lalu, tetapi bagaimana kita merancang masadepan yang berakar pada nilai – nilai adat, budaya, dan kekeluargaan, disini lah peran generasi muda sangat penting,” ujar nya.
Lebih lanjut ia juga mendorong seluruh DPC (Dewan Pimpinan Cabang ) di seluruh Kabupaten/Kota untuk aktif membangun komunikasi dan kegiatan di tingkat lokal,agar semangat kekeluargaan tetap hidup dan manfaat organisasi dirasakan secara luas .
Melalui berbagai program sosial, pelatihan seni budaya , serta kegiatan edukasi lain nya, IKANAS diharapkan bisa menjadi rumah besar yang tidak hanya membanggakan secara simbolik, tetapi juga menjadi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat umum.
Lebih lanjut Dr. H Asren Nasution kembali menekan kan penting nya , menjaga semangat kekeluargaan dan persatuan di dalam organisasi, ia mengingat IKANAS sebagai wadah sosial, budaya dan seni harus menjadi pemersatu, bukan sebalik nya .
” Jangan sampai organisasi di korbankan demi kepentingan pribadi atau golongan jangan pula gara – gara IKANAS kita memutuskan tali silaturahmi, justru organisasi inilah kira jadikan wadah untuk menambah kawan, mempererat hubungan dengan koum sisolkit ( kerabat) dan memperkuat kekompakan kita sebagai keluarga besar,” ujar Dr. H. Asren .
Menurut nya lagi, keberagaman pandangan dalam organisasi itu adalah hal yang wajar, namun semua perbedaan tetap di kelola dengan bijak. Dan tetap berlandaskan semangat kebersamaan.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, terbuka dan proaktif di dalam menjaga keharmonisan di dalam tubuh IKANAS .
IKANAS adalah milik kita bersama, kalau ada masalah mari kita selesaikan dengan dialog yang sehat, jangan biarkan organisasi ini menjadi ajang konflik . Justru IKANAS harus menjadi contoh bagaimana sebuah keluarga besar bisa bersatu mekipun berbeda – beda, tegas nya .
Dr . Asren juga menegaskan IKANAS harus tetap fokus pada tujuan awal nya: melestarikan nilai – nilai adat dan budaya, memperkuat jaringan silaturahmi, dan memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat sekitar.
Dengan pesan – pesan tersebut ia berharap kepada seluruh pengurus dan anggota IKANAS baik di tingkat Provinsi dan Kabupaten /kota dapat terus menjaga semangat solidaritas dan agen pemersatu di tengah masyarakat .
(M.SN)
















