Diduga Sakit, Korban MN Meninggal Di Pondok Walet

- Redaksi

Minggu, 14 Juli 2024 - 04:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dompu ( NTB ) CNN INDONESIA.ID -Sudah lumrah setiap ada peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat pasti heboh, tak terkecuali dengan kejadian yang terjadi kemarin siang Sabtu (13/7/24) sekira pukul 13.30 Wita, warga temukan sosok mayat laki-laki inisial MN penjaga walet di kebun tepatnya di dusun Sori Nangka Desa Sorinomo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

Peristiwa meninggalnya korban sebagai penjaga walet tersebut di saksikan oleh dua orang pekerja tebu dan warga setempat masing-masing, EKSIANUS OLE KAHA
Umur : 15 Tahun
Pekerjaan : Tenaga tebang tebu
Alamat : Desa Kahale Kecamatan Kodi Balaghar Kabupaten Sumba Barat Daya Prov. NTT dan saksi kedua LUTER MAHEMBA
Umur : 21 Tahun
Pekerjaan : Tenaga tebang tebu
Alamat : Desa Rada Malando Kecamatan Kodi Balaghar Kabupaten Sumba Barat Daya Prov. NTT

Berikut kronologi penemuan mayat menurut keterangan dua saksi via Kapolsek Pekat Iptu Rahmadun Siswadi SH menyampaikan, benar saja bahwa saat itu saksi pertama inisial LM yang baru saja selesai melakukan penebangan tebu hendak meminta cabai ke pondok tempat korban menjaga gedung walet yang berjarak sekitar 20 ( dua puluh ) meter.

Pada saat saksi I tiba di pondok korban, sontak saksi I melihat atau menemukan korban dalam keadaan tergeletak di dalam pondok dan sudah banyak lalat yang mengerumuni tubuh korban serta adanya bau tak sedap yang keluar di sekitar itu, karena rasa penasaran ingin tau bahwa korban sudah meninggal dunia atau belum namun ia berlari kembali ke lokasi penebangan tebu dan memberitahukan kepada rekan-rekannya apa yang telah dilihat sebelumnya. Danselanjutnya saksi pertama bersama rekan-rekannya kembali ke TKP untuk mengecek kondisi korban.

Kemudian Saksi kedua inisial LM yang saat itu sedang berkumpul dan beristirahat dengan rekan-rekannya di lokasi penebangan tebu, lalu didatangi oleh saksi I inisial EOK dan memberitahukan bahwa telah menemukan atau melihat pemilik pondok yang berada di sebelah lokasi penebangan tebu kita diduga meninggal dunia.

“Karena merasa penasaran saksi kedua( LM)dan rekan-rekannya berjalan menuju ke TKP, pada saat dalam perjalanan menuju ke TKP saksi II dan rekan-rekannya mencium bau tak sedap,” papar Rahmadun penggilan hari hari Kapolsek Pekat.

Lanjutnya,Sesampai di TKP saksi EOK (Kedua)dan rekan-rekannya melihat korban dalam keadaan tergeletak serta dikerumuni lalat.

” Para saksi yang lihat menduga bahwa korban telah meninggal dunia kemudian memberitahukan kepada masyarakat sekitar bahwa ada sesosok mayat yang berada di dalam pondok,” tutur saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.

Mendapat informasi dari masyarakat sekitar pukul 14.20 witaKapolsek Pekat IPTU RAHMADUN SISWADI, SH bersama anggota tiba di TKP dan melakukan olah TKP awal. Dalam olah TKP awal, seorang laki-laki tersebut dinyatakan sudah tidak bernyawa. Selanjutnya Kapolsek Pekat dan anggota dengan dibantu pihak medis Puskesmas Calabai II Nangakara mengevakuasi dan membawa mayat laki-laki tersebut ke PKM Calabai II Nangakara guna dilakukan pemeriksaan secara medis.

Baca Juga:  Beringin Jaya FC Tumbangkan Batu Loting FC 1-0 di Mahasiswa Cup I Se-Pantai Barat

Kemudian bertempat di Puskesmas Calabai II Nangakra, Kapolsek Pekat IPTU RAHMADUN SISWADI, SH dengan didampingi Kanit Reskrim Polsek Pekat melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Sorinomo, Kepala Dusun Sori Nangka dan pihak keluarga alm. MUHAMAD NASIR. Dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga korban tersebut Kapolsek Pekat menyampaikan beberapa hal, bahwa kami dari pihak Kepolisian Sektor Pekat mendapatkan informasi terkait dengan adanya penemuan mayat seorang laki-laki di Desa Sorinomo. Menindak lanjuti informasi tersebut kami langsung menuju ke TKP dan mengambil tindakan kepolisian.

Selanjutnya terhadap korban, kami dengan dibantu pihak medis PKM Calabai II Nangakara langsung mengevakuasi korban ke PKM Calabai II Nangakara untuk dilakukan visum, dalam kegiatan visum tersebut pihak medis menyampaikan bahwa dalam tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Kami dari pihak Kepolisian dan pihak-pihak medis tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian korban sehingga pihak medis menyarankan untuk dilakukan otopsi, imbuhnya.

“Jika pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi atau menerima kematian korban sebagai musibah, maka kami berharap kepada pihak keluarga agar membuat surat pernyataan penolakan otopsi, jelas Kapolsek di hadapan pihak keluarga korban.

Terkait hal itu pihak keluarga yang wakili oleh sdri. Sabariah ( saudara kandung korban ) menyampaikan, Kami dari pihak keluarga telah sepakat untuk mengikhlaskan kematian korban dan Kami juga siap untuk membuat surat pernyataan penolakan otopsi, tegasnya.

Selanjutnya sekitar pukul 17.30 wita, pihak keluarga membawa pulang korban/jenajah dengan menggunakan ambulance PKM Calabai II Nangakara untuk dikebumikan, tandasnya.

Selain itu adapun catatan ada beberapa poin penting mengenai kejadian yang menggegerkan warga itu bahwa warga telah menemukan sesosok mayat laki-laki an. MUHAMAD NASIR, 45 tahun, patani, alamat Dusun Sori Nangka Desa Sorinomo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu disebuah pondok yang merupakan tempat korban beristirahat setiap malam saat menjaga gedung walet milik SATURI.

Diduga kematian korban disebabkan karena mengalami sakit pada saat berada di pondok dan tidak bisa memberikan kabar kepada keluarganya yang berada di rumah, papar Kapolsek.

Melakukan pulbaket, deteksi dini dan deteksi aksi serta melakukan upaya penggalangan terhadap keluarga korban.

Pasca kejadian tersebut agar anggota BKTM Desa Sorinomo terus melakukan deteksi dini dan upaya penggalangan terhadap keluarga korban dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Sorinomo agar sama-sama menjaga situasi kamtibmas di Desa Sorinomo, pungkas Kapolsek Pekat.

Jurnalis, Rdw/ddo.

Berita Terkait

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan
Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot
Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia
Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi
Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung
30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun
PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:30

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23

Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:43

Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:03

Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi

Kamis, 30 April 2026 - 23:21

Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima

Kamis, 30 April 2026 - 13:06

30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun

Kamis, 30 April 2026 - 09:58

PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 05:46

Bunda Endarmy Menyuarakan Aspirasi Masyarakat: Jembatan Bailey Anduriang Kayu Tanam di Ruang Paripurna DPRD Sumbar

Berita Terbaru