Tragedi Kematian Ibu Hamil di Kwatisore: Ketidakmampuan Puskesmas dan Lambatnya Respon Tenaga Medis

- Redaksi

Senin, 22 Juli 2024 - 04:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, CNN INDONESIA.ID –  22-7-2024
Terjadi kejadian kematian ibu hamil di Kwatisore karena Tidak adanya pasokan obat obatan di Puskesmas Kwatisore,juga tenaga medis,dokter dan pimpinan puskesmas yang seharusnya Berada di puskesmas tersebut jarang hadir juga lambatnya respon dari tenaga medis yang mengakibatkan adanya korban dari ibu lahiran dalam perjalanan rujuk dari puskesmas Kwatisore ke RSUD NABIRE.

Pada Rabu 08 Mei 2024, Pukul: 03.00, Subuh pagi WIT Fani Fiwen Enawi mengalami sakit pada perutnya, Karna dia merasa akan melahirkan,kemudian dia memanggil ibunya untuk membantu, pada 05.00 saya menyuruh Suaminya Fani di Rumah untuk memanggil petugas puskesmas dikwatisore.

Karena petugas puskesmas dan dokter,tak kunjung hadir pada panggilan tersebut,
Tepat pukul 06.00 ibu Fani fiwen henawi melahirkan seorang anak tanpa pertolongan tenaga medis dari pihak puskesmas kwatisore, pada saat itu Fani masih dalam kondisi pendarahan dan plasenta belum keluar menunggu kedatangan Medis dari kwatisore, namun tenaga medis tak kunjung hadir dalam pemanggilan pertama.

Pada Pukul 08. 00 suami Fani memanggil tenaga medis yang kedua kali di kwatisore. Tenaga medis,dokter dan kepala puskesmas Hadir di tempat kerjadian pada Pukul 09.30 Tanpa membawa alat-alat medis dan obat obatan untuk menolong pasien tersebut.

Pada Pukul 10. 00 pasien tersebut dirujuk ke RSUD Nabire kota dengan menggunakan mobil Pick Up,ditemani tenaga medis,suami dan ibu dari Pasien menuju ke kota, tapi berhubung kondisi pasien semakin melemah, dari pihak medis memutuskan untuk singgah di Puskesmas Wami,Namun karena hari sabtu dan tidak ada tenaga medis. kemudian Dokter
menyarankan untuk membawa pasien ke puskesmas wanggar. Tapi Pasien meniggal dalam perjalan menuju Puskemas Wanggar karena pasien kehabisan Darah dan plasenta belum keluar. Dan Tanpa infus Sekalpun tidak terpasang untuk kekuatan anak saya Ucap ibu kandung pasien tersebut

Baca Juga:  Reforma Agraria untuk Perempuan dan Keadilan dari Penerima Manfaat Jadi Penggerak Perubahan

Beberapa masyarakat yang kami Temui memberikan keterangan dalam perjalanan mengantar mengunakan mobil pribadi dari puskesmas Kwatisore ke RSUD Nabire, karena anak bayi hidup dan kondisi pasien masih pendarahan dan Plasenta Belum keluar Saat melahirkan di AHYERI karena lambat nya penanganan dari ahli medis yg bertugas di Puskemas Kwatsore, akhirnya anak kami telah meninggal dunia dalam perjalanan pada saat di wanggar, lalu jenazah di bawa pulang dengan duka.

sayangnya fasilitas puskesmas yang tidak memadai dan tidak adanya kendaraan darat maupun laut untuk Rujukan Pasien pada puskesmas tersebut, yang di bangun pd tahun 1969, dengan wilayah yang sangat sulit di jangkau oleh
warga apabila ada pasien gawat darurat.
“Kami sangat menyayangkan Kejadian ini terjadi karena keluhan masyarakat Sebenarnya telah lama kami Sampaikan Kepada kepala puskesmas maupun Kepala Dinas Kesehatan agar lebih memperhatikan keadaan puskesmas dan Tenaga medis maupun kelangkaan Obat obatan yang sering terjadi.
Bukan sekali dua kali kelangkaan Obat ini terjadi dan kami mau mengadu kepada siapa Lagi Karena Puskesmas Kwatisore ini tepat Berada di Samping Rumah Ibu Bupati pasti Beliau juga tau Keadaan ini.
Banyak Masyarakat yang mengeluh tapi keluhan kami seolah-olah tidak pernah didengar, Makanya Kami mengundang awak media untuk hadir di Kwatisore agar keluhan kami segera ditindaklanjuti.
Saat ingin kami konfirmasi pihak terkait yaitu Antara lain Kepala Dinas Kesehatan, Dokter dan Kepala Puskesmas Kwatisore tidak bersedia.
(Aliansi media center Nabire grup)

Berita Terkait

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan
Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April
Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Rabu, 15 April 2026 - 14:09

Blokade Sawit di Desa Teupin Raya Julok Ditahan Sementara, Mediasi Disepakati Hingga 21 April

Rabu, 15 April 2026 - 13:41

Wakil Bupati Tapanuli Utara Fasilitasi Dialog dengan Massa unjukrasa terkait pencairan dana supplier MBG

Rabu, 15 April 2026 - 03:46

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Optimalkan SPAM IKK

Berita Terbaru