PD PRIMA – DMI Musi Banyuasin Mengecam Pelarangan Jilbab bagi Paskibraka 2024 di IKN

- Redaksi

Rabu, 14 Agustus 2024 - 10:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muba, CNN Indonesia.id – Pengurus Daerah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia ( PD PRIMA DMI) menyatakan keprihatinan dan mengecam keras dugaan pelarangan jilbab bagi anggota Paskibraka putri di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Hal tersebut senada diucapkan oleh Ketua Umum PP PRIMA DMI, Munawar Khalil di Faktanesia.id. Beliau menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak individu, khususnya bagi umat Muslim.

Selanjutnya, dari keterangan informasi yang diterima, sebelum keberangkatan ke IKN, terdapat 18 anggota Paskibraka putri yang rutin mengenakan jilbab dalam aktivitas sehari-hari. Namun, saat bertugas di IKN, tidak ada satupun dari mereka yang terlihat mengenakan jilbab. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar dan kekhawatiran terkait adanya aturan tidak tertulis yang membatasi kebebasan berbusana sesuai keyakinan agama.

Ustadz Halendra,S.IP, yang merupakan ketua PD PRIMA-DMI Musi Banyuasin, menyoroti dan mempunyai pandangan berbeda terhadap berita yang beredar di media sosial, televisi maupun pelosok negeri Indonesia terhadap kasus diatas.

Buya Hamka dan Yusuf Al-Qardhawi mengatakan bahwa batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, sehingga memakai jilbab hukumnya wajib. Mengambil pendapat ulama diatas, Ketua umum PD PRIMA – DMI Musi Banyuasin, Ustadz Halendra, S.IP, sangat menyayangkan kejadian 18 Paskibraka putri yang ikut bertugas di (IKN) tersebut. Mengapa mereka 18 putri tidak memakai Jilbab saat bertugas Paskibraka?.

Baca Juga:  Memasuki Akhir Q2, Menteri Nusron Imbau Jajaran Reviu Capaian dan Penuntasan Target Kerja

Pada awalnya dalam keseharian mereka rutin memakai jilbab, namun saat bertugas di (IKN) sebagai Paskibraka tidak memakai jilbab. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan kontroversi. Sebenarnya ada apa semua ini?.
Tentu jika melihat tahun sebelumnya, kita melihat jika putri yang bertugas Paskibraka, pada saat 17 Agustus pasti memakai jilbab. Kecuali kita melihat yang bukan non muslim.

Pada akhirnya, semoga kejadian ini tidak menimbulkan gelombang protes dari masyarakat dari sabang sampai merauke. Terutama mereka yang beragama islam. Dan pemerintah dapat menjelaskan dengan informasi yang baik, mengapa 18 putri Paskibraka itu saat bertugas tidak memakai jilbab. Padahal mereka keseharian rutin memakai jilbab.

Penulis: Ustadz Halendra, S.IP
Alumni Ponpes Himmatul Aliyah, Depok, Jawa Barat.
Alumni Ilmu Hubungan internasional, Fakultas Fisip, Universitas Muhammadiyah Malang.
Ketua Umum PD PRIMA-DMI Musi Banyuasin ( 2023-2027 )

Berita Terkait

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan
Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot
Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia
Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi
Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima
Wujudkan Pelayanan Kesehatan Unggul, Bupati Taput Resmikan Tiga Fasilitas Baru di RSUD Tarutung
30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun
PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:30

Upacara Hardiknas 2026 di Lingga Bayu Berlangsung Khidmat, Korwil Sampaikan Amanat Menteri Pendidikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:23

Merajalelanya PETI Di Mandailing Natal Tak Lepas Dari Dugaan Backing Aparat: TNI & POLISI Disorot

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:43

Sentuhan Kemanusiaan di Huta Raja: Kapolsek Lingga Bayu Hadirkan Harapan bagi Lansia

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:03

Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon di Vonis Dua Tahun Penjara Korupsi Tanimbar Energi

Kamis, 30 April 2026 - 23:21

Puskesmas Pedamaran Sambut Kepemimpinan Baru, Perkuat Pelayanan Kesehatan Prima

Kamis, 30 April 2026 - 13:06

30.000 Warga Anduriang Kayu Tanam Menunggu Jembatan  Bailey Yang Tak Kuniung Dibangun

Kamis, 30 April 2026 - 09:58

PETI Menggila, Sungai Keruh, Wartawan Diintimidasi: Warga Madina Pertanyakan Negara, Oknum TNI A. Lubis Diminta Diproses Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 05:46

Bunda Endarmy Menyuarakan Aspirasi Masyarakat: Jembatan Bailey Anduriang Kayu Tanam di Ruang Paripurna DPRD Sumbar

Berita Terbaru