Agam, Warga Keluhkan Kondisi Infrastruktur yang Membahayakan dan Mengganggu Estetika Jalan Nasional
Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), sebagai jalur vital penghubung antarprovinsi di Pulau Sumatra, kini menghadapi persoalan serius terkait infrastruktur jaringan telekomunikasi. Di sejumlah titik sepanjang jalur ini, tiang dan kabel milik PT Telkom Indonesia terlihat semrawut dan tidak tertata rapi. Bahkan, beberapa kabel menjuntai rendah hingga nyaris menyentuh kendaraan yang melintas.

Warga setempat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi ini yang dinilai sangat membahayakan keselamatan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Tak hanya itu, kondisi tersebut juga merusak pemandangan dan mengesankan ketidakpedulian terhadap tata kelola infrastruktur publik.
“Setiap hari saya melewati jalan ini, dan kabel-kabel yang menjuntai itu sangat mengganggu apalagi ada salah satu tiang yang miring ke jalan situasi ini sudah sangat lama belum ada tindakan dari PT.Telkom, di tambah lagi kalau malam hari, bisa-bisa tidak terlihat dan membahayakan pengendara,” ungkap Herman, seorang sopir truk yang rutin melintasi Jalinsum.
Diduga, PT Telkom Indonesia lebih fokus pada perolehan keuntungan semata tanpa memperhatikan tanggung jawab sosial dan keamanan infrastruktur mereka di lapangan. Meski perusahaan pelat merah ini dikenal sebagai salah satu BUMN yang meraup keuntungan besar dari sektor telekomunikasi, namun perawatan fasilitas seperti tiang dan kabel di jalan-jalan utama tampaknya terabaikan.
Sementara itu, sejumlah masyarakat menilai bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan dari pihak berwenang, baik di tingkat daerah maupun pusat. “Seharusnya ada audit rutin dan penataan kabel yang lebih profesional, karena ini menyangkut keselamatan publik,”
Dinas terkait pun didesak untuk segera berkoordinasi dengan pihak PT Telkom agar dilakukan penataan ulang terhadap tiang dan kabel yang tidak sesuai standar. Bila tidak segera ditindaklanjuti, kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas hingga menimbulkan korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Telkom Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan dugaan kelalaian ini.
(*)















