Modus “Komandan Gadungan”, Ibu Asal Ritabel Tertipu Rp100 Juta Demi Loloskan Anak Masuk TNI

- Redaksi

Jumat, 11 Juli 2025 - 10:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id –
Janji manis kelulusan seleksi TNI berujung mimpi buruk bagi seorang ibu rumah tangga asal Desa Ritabel, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dengan dalih “jalur orang dalam”, sindikat penipu berhasil menggasak lebih dari Rp100 juta milik korban. Aktor-aktor dalam jaringan ini bahkan menyaru sebagai “komandan” dan petugas perekrutan.

Korban, Loisa Rahel Lakfo, mengungkapkan kisah pahit yang dialaminya kepada media ini. Pada bulan November 2024, saat putranya David Sanamasse mengikuti seleksi calon prajurit TNI di Ambon, ia sedang berada di Larat. Di sanalah awal musibah itu bermula.

“Saya diajak bicara oleh seseorang yang tahu anak saya sedang ikut tes TNI. Orang itu lalu menyarankan saya temui seseorang bernama Eta Singerin yang katanya bisa bantu proses kelulusan,” ungkap Loisa.

Eta kemudian mempertemukannya dengan seseorang bernama Pak Saleh alias Pak Muslim, yang mengaku sebagai “komandan”. Komunikasi berlangsung lewat telepon dan WhatsApp. Dalam pembicaraan, “Pak Komandan” menyatakan bahwa Eta adalah rekan lamanya dan bisa dipercaya.

“Ibu Eta sudah lama kerja sama dengan saya. Apa yang dia sampaikan itu benar,” begitu kata-kata yang dilontarkan Saleh untuk memperkuat skenario mereka.

Dari sinilah Loisa mulai terjerat. Dengan dalih administrasi dan biaya “akses”, korban diminta mengirim uang bertahap mulai dari biaya pulsa Rp5 juta, “uang tanda jadi” Rp16 juta, hingga transfer lain yang terus berlanjut. Tak tanggung-tanggung, total kerugian korban mencapai lebih dari Rp100 juta.

Baca Juga:  Syah Afandin Saksikan Penobatan Kejuruan Bahorok: Tanda Kebangkitan Adat Melayu Langkat

Yang lebih mencengangkan, skema penipuan ini dikemas rapi. Dalam percakapan digital, Saleh menawarkan dua opsi “kelulusan” jalur Tamtama Rp40 juta, dan jalur Bintara Rp80 juta. Keluarga korban tergiur dan berupaya memenuhi tuntutan tersebut.

Namun kenyataan berbicara lain. David gagal dalam seleksi resmi, dan para pelaku mulai saling lempar tanggung jawab. Muncul nama baru Frans Patean, yang disebut sebagai pihak yang “tidak melaporkan data ke komandan”, sehingga menggagalkan kelulusan.

Setelah uang habis, ketiganya menghilang. Nomor mereka sulit dihubungi. Eta menghindar, Saleh tak bisa dilacak, dan Frans tak menunjukkan itikad baik malah mulai kembali dengan janji palsu.

Dengan bukti kuat berupa rekaman komunikasi, bukti transfer, serta saksi pertemuan, korban akhirnya memutuskan akan melaporkan kasus ini ke Polsek Tanimbar Utara pada 11 Juli 2025. Dalam laporannya, korban menegaskan bahwa dirinya mengalami kerugian besar, baik materiil maupun moril, dan menuntut proses hukum ditegakkan.

Sementara ini korban masih berupaya mengonfirmasi identitas dan keberadaan para terlapor. Kasus ini juga membuka peluang bagi aparat berwenang, khususnya Kodim dan Korem di wilayah Maluku, untuk mempertegas kembali sistem rekrutmen yang transparan, bebas KKN, dan tidak mentolerir permainan oknum dengan embel-embel “orang dalam”.
(AM).

Berita Terkait

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi
SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim
Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir
Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh
Blok Masela: Ibarat Raksasa yang Dibangunkan, Apakah Rakyat Sudah Siap?
Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan
Digenjot Kejar Target! Proyek Rp950 Juta Irigasi D.I Sicaung Sicincin Jadi Harapan Baru Warga Bebas Banjir Langganan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:22

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III TPQ Al Hidayah Malalak Selatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:35

LMAT Ancam Hentikan Groundbreaking Blok Masela Jika Hak Masyarakat Tak Dipenuhi

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:34

SPBU 15.229.022 Lingga Bayu Resmi Beroperasi Kembali, Hadirkan Pelayanan Energi dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:57

Camat Lingga Bayu Bersama Forkopimcam dan Danramil 16/Batang Natal Gotong Royong Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Simpang Gambir

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:12

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi Jabar dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:27

Pelepasan dan Perpisahan TK/PAUD Se-Nagari Malalak Selatan Berlangsung Meriah, Dukung Generasi Emas Masa Depan

Senin, 22 Juni 2026 - 14:07

Digenjot Kejar Target! Proyek Rp950 Juta Irigasi D.I Sicaung Sicincin Jadi Harapan Baru Warga Bebas Banjir Langganan

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:57

Progres 75%! Bendungan Irigasi Banda Pisang Korong Padang Lapai Ditarget Rampung Pekan Depan

Berita Terbaru