Tanimbar, Maluku, CNN Indonesia.id –
Ketua Presidium Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Saumlaki Sanctus Vinsens de Paul, Rais Malisngoran memberikan komentar terkait proses perekrutan tenaga kerja lokal masyarakat Tanimbar pada proyek Blok Masela yang rencananya akan beroperasi pada tahun 2029-2030.
Menurut Rais, masalah utama proses perekrutan tenaga kerja pada Proyek Blok Masela adalah tidak adanya transparansi soal kuota tenaga kerja.
“Semestinya disampaikan ke publik saja kebutuhan tenaga kerja disertai spesifikasi atau keahlian kerja. Supaya masyarkat tahu dan benar-benar mempersiapkan diri,” cetus Rais.
Ditambahkan, dengan publikasi kouta kebutuhan tenaga kerja, maka peluang anak daerah Tanimbar untuk bekerja di perusahaan Inpex untuk Proyek Blok Masela terbuka.
Pemuda desa Olilit tersebut mendesak pihak Inpex untuk terbuka dan harus memberikan prioritas bagi masyarakat lokal.
Baginya, berbagai upaya yang tengah dilakukan Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar dalam bentuk pendidikan pelatihan-pelatihan, tidak menjadi jaminan anak-anak direkut.
“Anak-anak Tanimbar lulusan AK Migas Cepu sudah enam angkatan, pelatihan tenaga security, tenaga las dan semua pelatihan lain, semuanya dijanjikan akan bekerja di Blok Masela. Jaminannya apa?” tanya Rais dengan nada ragu.
Untuk menjamin kepastian penyerapan tenaga kerja lokal, Rais menyampaikan harapannya tersebut juga kepada Menteri ESDM Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia
“Pak Menteri, kami anak-anak Tanimbar punya kualitas juga untuk bekerja di Blok Masela dalam jabatan-jabatan strategis, bukan hanya sebagai pekerja kasar. Tolong kasi kami kesempatan,” ungkapnya.
Bagi Rais, dengan memberikan prioritas pada tenaga kerja lokal, maka Inpex melalui Proyek Blok Masela akan menyumbang nilai pengentasan kemiskinan di bumi Tanimbar.
“Jangan kasi kami bantuan terus. Kami kami pekerjaan, karena kami bisa bekerja,” cetusnya.
Pria lulusan Unpati Ambon tersebut menyatakan PMKRI Saumlaki berkomitmen untuk mengawal perjuangan ini.
“PMKRI akan berjuang dan mengawal kepentingan anak-anak Tanimbar, terlebih khusus untuk terlibat dalam Blok Masela nantinya,” serunya.
Sebelum menutup, ia juga menegaskan akan terus berkordinasi dengan pengurus pusat PMKRI, khusus bidang Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS PP PMKRI) untuk bantu mengawal pengoperasian Blok Masela deni melibatkan masyarakat Tanimbar.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pengurus Pusat PMKRI bidang Gerakan Kemasyarakatan (Germas) untuk juga ikut mengawal perjuangan ini agar masyarakat Tanimbar dapat juga diutamakan dalam pengisian jabatan-jabatan strategis maupun tenaga lainnya di Proyek Blok Masela” tutupnya.
(AM).















