450 Anggota TNI / POLRI Ditarik Dari Areal Tambang Emas Gunung Botak

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 00:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB BURU , Namlea, CNN Indonesia.id – Penarikan dan penggantian aparat keamanan di area pertambangan gunung botak Dusun Wamsait Desa Dava Kecamatan Waelata Kab Buru telah dilakukan pada Minggu 14 Desember 2025 pukul 15 : 30 Wit .

Penarikan pasukan tersebut , dihadiri langsung oleh Ketua Satgas Dr.Djalaludin Salampessy , Kapolres Buru AKBP Sulastry Sukidjang , dan Dandim 1506 / Namlea Letkol Inf Herbertus Purwanto .

Keputusan untuk menarik atau mengganti aparat keamanan baik itu personel Polri , TNI , maupun anggota Satpol PP , merupakan rotasi rutin personel dengan tetap mengikuti hukum dan peraturan yang berlaku mengenai pengamanan objek tambang emas gunung botak .

Ada sebanyak 450 personel pengamanan gunung botak terdiri dari anggota TNI / Polri dan Satpol PP yang telah bertugas selama 14 hari akan digantikan oleh personel yang baru dan akan bertugas di areal gunung botak sampae dengan waktu yang telah ditentukan .

” Pergantian tersebut , untuk penyesuaian dalam menjaga delapan pos yang telah ditetapkan di areal Gunung Botak , ” hal ini dijelaskan oleh Ketua Satgas Penertiban Gunung Botak Jalaludin Salampessy di Dusun Wamsait .

Dalam apel pasukan yang digelar , turut dihadiri oleh Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang dan Dandim 1506 / Namlea Letkol Infantri TNI Herbertus Purwanto .

Selain penertiban areal Gunung Botak , hal yang sama akan dilakukan juga di tambang Gogorea , wapsalit dan semua tambang illegal yang ada di Kab Buru sesuai ketentuan yang diatur dalam undang-undang minerba , tegasnya .

Ketua Satgas Dr.Djalaludin Salampessy menjelaskan bahwa , 450 pasukan yang ditarik hari ini akan diganti dengan pasukan gabungan baru yang nantinya menduduki pos – pos yang telah dibangun .

Baca Juga:  Lapas Dompu Ikuti Pelatihan Budaya Tata Nilai dan Berakhlak

” Ternyata banyak jalan tikus yang terdapat di areal gunung botak , makanya dari 5 pos yang telah dibangun ditambah lagi 3 pos sehingga semuanya ada 8 pos .

Penarikan pasukan dari areal gunung botak kata Djalaludin telah dilaporkan ke Pemprov Maluku untuk ditindaklanjuti .

” Penertiban , pengosongan dan penataan Gunung Botak tetap persuasif dan humanis tapi setelah 14 hari dan seterusnya penegakan hukum akan ditegakkan , ” ujarnya .

Aparat keamanan akan mengambil langkah tegas guna menertibkan siapapun yang melakukan aktivitas penambangan diareal gunung botak secara legal , tegas Djalaludin .

Ia menandaskan , sesuai instruksi Presiden bahwa siapapun harus taat dan tertib untuk menjaga sumber daya alam sesuai dengan mekanisme prosedurnya. Dan hari ini kita sudah mulai di Gunung Botak , ungkapnya .

” Mekanisme IPR sudah jalan tempat – tempat lain sementara akan diusahakan sehingga semua potensi sumber daya alam yang ada di Kab Buru dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat , ” tandasnya .

Selain itu ia juga memastikan jika segala aktifitas baik yang mengolah tong , rendaman maupun tromol yang dilakukan secara ilegal tetap akan dilarang .

” Dari awal kami sudah anjurkan kepada seluruh masyarakat taati aturan ikuti prosedur dan semua berada pada posisi legal yakni di area Gunung Botak , ” tandasnya .

Dirinya berharap , kepada koperasi – koperasi untuk membuka diri sehingga masyarakat dapat berpartisipasi melaksanakan aktivitas di areal gunung botak yang telah ditentukan .

(*)

Berita Terkait

Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 07:15

Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi

Sabtu, 18 April 2026 - 13:05

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Sabtu, 18 April 2026 - 13:00

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Kamis, 16 April 2026 - 06:09

Tangkis Isu Miring Soal UP3, Luturmas Buka Fakta Putusan Pengadilan

Berita Terbaru