MBG Beunoet Tercoreng: Limbah Busuk Menguak Dugaan Kelalaian Serius, Standar Sanitasi Terindikasi Diabaikan

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
27 Februari 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi representasi kepedulian negara terhadap gizi generasi muda, justru terseret polemik serius di Desa Beunoet. Aroma limbah menyengat dari area dapur operasional memicu keresahan warga dan membuka dugaan adanya kelalaian dalam pengelolaan sanitasi.

Tim investigasi Badan Advokasi Indonesia (BAI) bersama awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati fakta lapangan yang tidak dapat diabaikan. Bau busuk tercium kuat di sekitar area dapur hingga ke badan jalan. Kondisi tersebut memperkuat laporan masyarakat yang sebelumnya mengeluhkan gangguan lingkungan.

Dari hasil penelusuran, sistem pengelolaan limbah terlihat tidak tertata. Fasilitas penampungan sampah memadai tidak ditemukan secara jelas, sementara sisa operasional dapur berpotensi mencemari udara sekitar. Situasi ini memunculkan indikasi bahwa aspek sanitasi belum dikelola sesuai standar kesehatan lingkungan yang semestinya melekat pada operasional dapur penyedia makanan siswa.

Program berbasis gizi anak tidak hanya dituntut memenuhi standar nutrisi, tetapi juga menjamin kebersihan proses produksi. Ketika lingkungan dapur menimbulkan aroma menyengat, publik berhak mempertanyakan integritas tata kelola operasionalnya.

Tim investigasi sempat meminta klarifikasi kepada Ketua PPG di lokasi. Setelah menunggu sekitar 30 menit, pihak terkait menemui tim. Namun kondisi fisik area dapur yang tetap memunculkan bau menyengat menjadi sorotan utama yang belum terjawab secara substansial.
Kritik juga datang dari wali murid penerima manfaat.

Baca Juga:  Direktorat Reserse Poldasu Menggerebek Sebuah Kos-kosan Mewah di Kawasan Medan Tembung

“Kami mendukung program ini. Tapi kalau dapurnya seperti ini, kami khawatir terhadap kebersihan makanan anak-anak,” ujar salah seorang wali murid dengan nada kecewa.

Nyakli dari Tim Satgasus BAI menyampaikan bahwa temuan ini tidak boleh dianggap persoalan sepele.
“Jika operasional berjalan sementara sistem pengelolaan limbah belum siap sepenuhnya, ini mengindikasikan adanya kelalaian administratif maupun teknis. Program strategis tidak boleh dijalankan dalam kondisi yang berpotensi mengabaikan standar dasar kesehatan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, publik menanti langkah korektif yang konkret dari pihak penyelenggara maupun instansi pengawas. Program yang menyasar kepentingan siswa tidak boleh berjalan di bawah bayang-bayang persoalan sanitasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG belum memberikan penjelasan rinci terkait sistem pengelolaan limbah yang menjadi sorotan. CNN Indonesia.id- membuka ruang hak jawab apabila terdapat klarifikasi lanjutan.

Rasyidin

Berita Terkait

RSUD Magretty Lauran Resmi Beroperasi, Era Baru Layanan Kesehatan Tanimbar
Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI
Pemkab Tapanuli Utara Ajak Lulusan IAKN Bersinergi Bangun Daerah
Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”
Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 13:48

RSUD Magretty Lauran Resmi Beroperasi, Era Baru Layanan Kesehatan Tanimbar

Minggu, 19 April 2026 - 07:15

Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi

Sabtu, 18 April 2026 - 13:05

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Sabtu, 18 April 2026 - 13:00

Ketua DPD IPK Kota Siantar Diminta Kader PAC Siantar Timur Jaga Nama Baik Organisasil

Jumat, 17 April 2026 - 14:36

Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Jumat, 17 April 2026 - 08:20

Drainase di Anduriang Dikerjakan Tanpa Plang Proyek — Kantor Wali Nagari “Ndak Tau”, Ketua PPL Kayu Tanam Ditagih: “Ini Proyek Siapa?”

Jumat, 17 April 2026 - 01:03

Status HGU PTPN IV Kebun Timur Dipersoalkan, Kinerja Pemerintah dan DPRD Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 12:41

PT PN IV Kebun Timur Diduga Kuasai Lahan Warga Transmigrasi, Khaidir Nasution, SH., A.Ptnh, Pemerintah Harus Tegas

Berita Terbaru