PADANG, CNN Indonesia.id — “Sampai kapan masyarakat Anduriang Kayu Tanam mendayung dan mendorong rakit di Sungai Batang Anai? Sampai kapan tar dia sakit? Kasihan kita.” Suara pilu itu disampaikan Bunda Endarmy dengan mata berkaca di Rapat Paripurna DPRD Sumbar, demi pembangunan Jembatan Bailey.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Bunda Endarmy, menyuarakan langsung nasib 30.000 warga,Jembatan Anduriang,Kayu Tanam dalam ruangan sidang paripurna DPRD Provinsi Sumbar, Rabu 29 April 2026. Beliau berbicara di hadapan Ketua DPRD Sumbar dan Gubernur Sumbar untuk meminta kepastian pembangunan Jembatan Bailey.
Yang Terdampak: Masyarakat Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam padang Pariaman. Sejak jembatan hanyut akibat banjir bandang November 2025, warga dari tiga nagari — Kayu Tanam, Anduriang, Guguak terpaksa seberang Sungai Batang Anai pakai rakit tiap hari
Bunda Endarmy,Anggota DPRD Sumbar Dapil Padang Pariaman-l beliau berbicara dengan suara bergetar.
Ke Gubernur Sumbar dan Ketua DPRD Sumbar yang hadir di paripurna.
Aspirasi itu disampaikan hariRabu, 29 April 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat. Momen ini jadi pengingat bahwa suara rakyat kecil sudah sampai ke meja pimpinan daerah.
Bunda Endarmy sampai meneteskan air mata? Dengan Alasan: Warga Taruh Nyawa di Sungai: “Sampai kapan masyarakat Anduriang Kayu Tanam mendayung dan mendorong rakit di Sungai Batang Anai? Sampai kapan tar dia sakit? Kasihan kita,” ucap Bunda Endarmy. Anak sekolah basah kuyup, ibu-ibu bawa dagangan, orang sakit tertahan.
Jembatan Bailey Belum terlaksana: Sebelumnya ada rencana dari Kapolda Sumbar untuk membangun jembatan Bailey. Presiden RI Prabowo Subianto saat ke Kayu Tanam juga menyampaikan jembatan putus akan ditangani pihak kepolisian. Namun hingga akhir April 2026, warga masih di rakit.
Bunda Endarmy Jadi Sandaran Harapan, Tiap hari warga bertanya, “Kapan lagi jembatan Bailey kita dibangun, Buk?, Pertanyaan itu yang Bunda bawa ke paripurna.
Khawatirnya Warga Ambil Risiko, Bunda Endarmy sampaikan kekhawatiran, “Apa perlu masyarakat yang membuat jembatan asalan asal aja?” Karena terlalu lama menunggu, warga bisa nekat bikin jembatan darurat yang berbahaya.
Bunda Endarmy menyampaikan dengan tulus di paripurna:Koordinasi Segera Gubernur dimohon panggil pihak kepolisian untuk memastikan waktu mulai pembangunan Bailey 60 meter.
Percepat jembatan bailay Demi Rakyat: Jika ada kendala, Pemprov Sumbar diharapkan hadir. 30.000 warga tidak bisa terus menunggu di Sungai Batang Anai.
Jaga Keselamatan Warga: Jembatan Bailey dengan pondasi ditinggikan 2-3 meter itu harapan satu-satunya. Estimasi 3 minggu bisa selamatkan ekonomi dan nyawa warga.
Ini bukan soal politik, ini soal kemanusiaan. Saya titip nasib warga saya ke Pak Gubernur dan Pak Ketua Dewan. Kasihan mereka,” tutup Bunda Endarmy.
Hak Jawab terbuka untuk Gubernur Sumbar dan Ketua DPRD Sumbar. Semoga air mata Bunda Endarmy jadi penggerak percepatan Jembatan Bailey Anduriang. (Jhrm)
















