Medan (SUMUT) CNN Indonesia.Id
Untuk apa Pilkada jika diragukan integritasnya? Kekuasaan diduga dengan begitu buruk melakukan intervensi dan lembaga pengawasan tidak berperan semestinya.
Karena itu, jika tidak ada jaminan pilkada berintegritas, sebaiknyalah pilkada yang dijawalkan tanggal 27 Nopember 2024 nanti, khususnya untuk Sumatera Utara, ditunda hingga semua pihak yang diduga terlibat praktik buruk diamankan, diadili dan ada jaminan pilkada terlaksana berintegritas.
Demikian disampaikan oleh akademisi Syahrir Nasution kepada media, pagi ini.
Menurutnya, informasi, termasuk video yang menunjukkan intervensi kekuasaan terhadap proses pilkada, sangat menyesakkan dada. Hal itu mengundang pertanyaan substantif ‘untuk apa pilkada dilaksanakan’ jika fairness dalam berkompetisi dihilangkan dari arena secara paksa?
Tidak ada nilai keserentakan agenda pilkada ini sama sekali, karena yang dituntut oleh demokrasi adalah pilihan murni rakyat, bukan mobilisasi paksa.
Saya tidak tahu daerah lain di Indonesia, namun sepanjang yang saya monitor, Sumatera Utara mengesankan brutalitas demokrasi sebagaimana dituduhkan oleh mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat musim pemilu yang lalu, tambah Syahrir Nasution.
Berarti tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik, karena diduga keras praktik buruk pemilu2024 akan diulangi di Sumatera Utara.
“Saya ingin memastikan bahwa tidak ada kerugian apa pun, malah sebaliknya dapat mempersembahkan peluang berdemokrasi secara berintegritas, jika menunda pilkada yang dirancang buruk oleh musuh-musuh demokrasi,” pungkas Syahrir Nasution.
(M.SN)
















