Aceh Timur, CNN Indonesia.id-
Rencana aksi demonstrasi masyarakat pada 16 September 2025 akhirnya beralih menjadi audiensi pada hari Kamis 18 September 2025, setelah melalui proses negosiasi dengan berbagai pihak. Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi kericuhan, sebagaimana sempat terjadi pada sejumlah aksi di daerah lain.
Supridar, Koordinator Lapangan, menjelaskan bahwa perubahan bentuk aksi ini tidak mengurangi substansi tuntutan masyarakat. “Kami memilih audiensi agar penyampaian aspirasi tetap berjalan, tetapi dengan suasana yang lebih kondusif,” katanya.
Polres Aceh Timur memfasilitasi jalannya audiensi dengan menghadirkan pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan PT Medco, Bupati, dan DPRK. Kasat Intelkam Polres Aceh Timur memastikan seluruh pihak sudah dihubungi dan dijadwalkan hadir.
“Audiensi ini bertujuan menyelesaikan isu yang menjadi tuntutan masyarakat secara damai dan konstruktif,” ungkap pihak Polres Aceh Timur.
Namun, sebagian perwakilan masyarakat menegaskan bahwa langkah audiensi bukan akhir dari perjuangan mereka. “Jika dalam audiensi tidak ada titik temu yang menguntungkan masyarakat, aksi demo akan tetap digelar dengan massa yang lebih banyak. Kami anggap pemerintah tidak serius menangani persoalan ini,” ujar salah satu perwakilan.
Dengan mekanisme audiensi ini, publik menunggu hasil nyata dari dialog antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan yang selama ini menjadi sorotan.
(Rasyidin)
















