Medan, Sumut, CNN Indonesia.Id
Di ahir acara peluncuran Buku Repormasi Kepagian yang di selenggarakan di gedung serbaguna FIB (Fakultas Ilmu Budaya dan Sejarah) USU (Universitas Sumatera Utara) Medan pada Rabu (19/02/2024) yang di hadiri berbagai unsur mulai dari pihak pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan juga masyarakat.
Awak media ini menyempatkan diri untuk melakukan konfirmasi langsung dengan salah seorang penulis alumni USU “77/78 dr. Khaerulsyah Nasution sp.PD yang di dampingi sejumlah akademisi lain seperti Ir. Jose Rizal Nasution dan H. Syahrir Nasution S.E M.M, dr. Azwan Hakim Lubis S.km dan beberapa orang lain nya yang kebetulan semua nya asal dari Mandailing Natal (MADINA)
Adapun pertanyaan yang dilontarkan awak media ini kepada dr. Khaerulsyah Nasution terkait dengan ada nya peluncuran buku “Repormasi Kepagian” dan apa pula harapan nya untuk MADINA dengan ada nya peluncuran buku,” Reformasi Kepagian” tersebut, dimana diketahui bang dr.Khaerulsyah Nasution juga orang Mandailing Natal (MADINA)
Dr.Khaerulsyah mengatakan,” Berbagi informasi itu tetap, untuk masa depan tidak berhenti sebagai pembelajar untuk semua orang karena republik ini milik semua orang bukan milik satu orang,” dan saat awak media menanyakan apakah harapan Abang untuk MADINA dengan peluncuran Buku ini karena abang juga orang MADINA,” ini adalah suatu gambaran orang Mandailing itu kalau di rantau tidak kalah peluan kita sama – sama makan asam garam,” ujar nya. Sementara itu Mantan aktifis USU di eranya yang menggeluti berbagai Profesi seperti, dr. Azwan Hakim Lubis S.km dan yang terakhir di ketahui mantan Direktur Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan ( SUMUT) juga asal Roburan Kayulaut (MADINA) ikut menimpali perbincangan dengan mengatakan,” Kelebihan kita orang selatan ini memang sangat luar biasa tetapi kelemahan kita kalau di bandingkan dengan orang Utara kurang nya Saling Tolong Menolang (STM) atau dengan istilah lain “Tampar Mar Sipagodangan” istilah orang Mandailing, ujar dr. Azwan Hakim.
Ternyata dari hasil pantauan di lapangan dan sesuai dengan sejarah bukan orang Mandailing ini orang – orang yang hebat dan memang tetap selalu di perhitungkan pemikiran nya di negara ini.
Clossing Statement : H. Syahrir Nasution yang juga bergelar SUTAN KUMALA BULAN bersama Abangan Ir Jose Rizal Nasution, menimpali bahwa Anak Anak MADINA punya Peran besar di USU dulu dalam menggerakkan Mahasiswa demi Keadilan Rakyat dan tidak bisa melihat ketimpangan – ketimpangan yang terjadi dulu.
Namun saat ini para Elite di USU tidak punya dan kelihatan anak anak Madina taring nya lagi untuk berperan terhadap hal hal tersebut, termasuk juga Wakil Rektor . 2 nya yang kebetulan anak Madina, apakah sudah “ NYAMAN / COMFORT ZONE” dengan kursi yang di duduki nya?. Wallahu bi A’llam.
(M.SN)
















